posting yang anda cari ada dibawah gallery foto ini, salam

KAMI ADA! KAMI TIDAK TAKUT! INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI

”......Jadi fungsi sosial yang nyata dari, katakanlah, Internet, harus menjadi titik awal dalam menciptakan hubungan, dan kemudian menciptakan...”

“Ya, komunitas-komunitas lokal. Manakala Internet melalui komunitas-komunitas maya-benar-benar bisa menjadi jalan untuk mewujudkan komunitas-komunitas tatap-muka, barulah ia akan menjadi alat perubahan sosial yang penting”.

dari wawancara Umberto Eco tentang Internet dan perubahan sosial (terjemahan oleh Antariksa untuk buletin elektronik KUNCI Cultural Studies)

Internet dan Perubahan Sosial : Kasus Cicak Lawan Buaya

8 Nopember 2009 Bundaran Hotel Indonesia


KAMI ADA! KAMI TIDAK TAKUT! INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI

























KAMI ADA! MASSA AKSI INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI!























KAMI ADA! ANAK INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI!





























KAMI ADA! LINTAS WARGA INDONESIA LAWAN KORUPSI!


























































TANPA OPOSISI, KORUPSI MERAJALELA!
BANGUN GERAKAN KONTROL RAKYAT PEKERJA!

8 NOPEMBER 2009 AKSI PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA LAWAN KORUPSI





































Jumat, 29 Mei 2009

Seri Lawan Neoliberalisme! Neoliberalisme dan Persoalan Agraria

Globalisasi neoliberal tidak bisa menghasilkan pemerataan (equality) tapi justru memperbesar ketimpangan (inequality) itu. Kebijakan-kebijakan neoliberal itu bersenjatakan apa yang sekarang ini diteorisasi oleh Akram-Lodhi (2007) sebagai neoliberal enclosure dengan ragam variasi substansi dan penampakannya. Yang dimaksud dengan neoliberal enclosure dapat dibedakan dengan bentuk-bentuk enclosure yang klasik seperti perampasan tanah dan kekayaan alam para petani untuk badan-badan usaha raksasa milik negara atau swasta, atau proses “paksa” petani menjadi tenaga kerja bebas buruh upahan, yaitu “untuk memperdalam dan memperkokoh hubungan kepemilikan kapitalistik dengan mengurangi secara relatif kekuasaan rakyat miskin pedesaan”. Hal ini dicapai melalui penggunaan proses-proses pasar yang dikombinasi dengan intervensi pemerintah. Dalam arti ini, neoliberal enclosure adalah hasil-samping dari proses akumulasi kekayaan yang menggunakan rasionalitas ekonomi. Namun pada tingkat permulaan, neoliberal enclosure mensyaratkan pengukuhan status kepemilikan pribadi atas tanah dan kekayaan alam, lalu kemudian kekayaan modal yang diperoleh dari usaha-usaha produksi maupun perdagangan. Neoliberal enclosure itu telah menguatkan struktur agraria yang ‘terbelah dua’ (bifurcated agrarian structure): Satu sub-sektor berorientasi ekspor, modal yang lebih intensif dan berhubungan dengan TNC (Transnasional Corporation), namun kurang dalam integrasi hubungan hulu-hilir, dan satu sub-sektor lainnya adalah ragam produksi untuk kebutuhan domestik, lebih padat-karya, hubungan hulu-hilir lebih kuat, namun tidak homogen (Akram-Lodhi, 2007:1446).



Dipetik dari artikel Noer Fauzi Gelombang Baru Reforma Agraria Di Awal Abad ke-21 di Indoprogress

Noer Fauzi, Ph.D. Candidate di University of California – Berkeley, Department Environmental Science, Policy and Management (ESPM), Ketua Badan Pelaksana Konsorsium Pembaruan Agraria 1995-2002, dan Koordinator Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria 2002-2005.

sumber :
http://kajian-indoprogress.blogspot.com/2008/07/gelombang-baru-reforma-agraria-di-awal_02.html


silah kunjung serial kumpulan artikel/opini dan film dokumenter
Lawan Neoliberalisme!

0 komentar: