SERUAN AKSI
Dukung Deklarasi Klimaforum 2009 (Forum TandIngan COP 15)
Kami membutuhkan dukungan anda menjadi penandatangan deklarasi Klimaforum, cantumkan dukungan anda di
http://spreadsheets.google.com/viewform?hl=da&formkey=dHdJS0dWM2ZoUE1zM0xVM3BRXzlQU0E6MA
selengkapnya Deklarasi Klimaforum 2009 (Edisi Indonesia)
Aksi Kampung Pengungsi Keadilan Iklim di Kedubes AS : US is Carbon Mafia Leader
Cicak-cicak Bersatulah!
Rekaman Audio Skenario Kriminalisasi Chandra-Bibit di Mahkamah Konstitusi
Pidato Presiden Terkait Kasus Century dan Bibit-Chandra
Laporan Lengkap Hasil Pemeriksaan Investigasi BPK Atas Kasus PT Bank Century, Tbk
Kumpulan Artikel Opini Terkait di Media Massa (Sejak 30 Oktober),
Skandal Century, Disfungsi Presiden & Turbulensi Politik : Menakar Potensi Gerakan Ekstra Parlementer, People’s Power dan Lahirnya Kekuatan Politik Alternatif (Artikel Pilihan)
Politik Pelemahan KPK di Era Presiden SBY (+ Identifikasi 13 Jurus Melumpuhkan KPK)
Mahkamah Rakyat : NEGARA HARUS BERTANGGUNGJAWAB ATAS PELANGGARAN HAM DAN PENYELEWENGAN UANG RAKYAT
KPK dan Komnas HAM , Didesak Usut Tuntas Kasus Lumpur Lapindo - Ramai Di Century (Rp. 6,7 T), Sepi Di Lapindo (Rp.33 T)
KPK dan Komnas HAM , Didesak Usut Tuntas Kasus Lumpur Lapindo - Ramai Di Century (Rp. 6,7 T), Sepi Di Lapindo (Rp.33 T)
baca juga
BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI
Kumpulan 80 Artikel Opini dan E-Book Tentang (Lawan) Neoliberalisme
Sabtu, 06 Juni 2009
3 Tahun Pengabaian Korban Lapindo : Inikah Wajah Elit Politik dan Pesta Pora Pemilu Yang Menghina Rakyat?
Perjalanan Kaum Muda dan Anak-anak Korban Lapindo Mengusung Surat Untuk Bulan
Jangan jadikan Kasus Lapindo Mainan Kampanye Capres
Hari ini, genap 3 tahun kasus lumpur Lapindo berujung berlanjutnya pelanggaran HAM oleh korporasi bersama pemerintahan SBY-JK. Hasinya, aset keluarga Bakrie – pemilik Lapindo, di bisnis energi, perkebunan, properti, baja, televisi, telekomunikasi, dan infrastruktur, tahun lalu meningkat 83,66%, sekitar Rp 42,9 Trilyun (Warta Ekonomi, 2009). Tapi korbannya, makin menderita, lebih 10 ribu rumah tenggelam lumpur, lahan terdampak meluas hingga lebih 800 ha. Mereka kehilangan tempat tinggal, gangguan kesehatan, krisis air dan putusnya pendidikan.
Ironisnya, ketiga pasangan Capres 2009-2014 hanya menjadikan kasus Lapindo sebagai ajang kampanye, tanpa komitmen yang jelas dan berpihak pada korban.
Selengkapnya
Capres SBY Abaikan Aspirasi Korban Lapindo
Sejak Akhir Mei 2009, sepuluh anak korban Lapindo datang ke Jakarta, bermaksud menyerahkan ratusan surat-surat kaum muda dan anak-anak korban Lapindo kepada para Capres. Mereka hanya ingin meminta para calon presiden dan calon wakil presiden menunjukkan kepekaan dan keberpihakan sejati terhadap martabat korban sebagai warganegara RI, yang terus merosot akibat absennya kesungguhan dan keseriusan pengurus Negara, sejak pertama kali semburan lumpur Lapindo terjadi, hingga kini. Olehkarenanya, hari ini (05/06), anak-anak korban Lapindo berusaha menemui Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sayangnya SBY mengabaikan aspirasi korban, Ia tak bersedia menemui mereka.
selengkapnya
Korban Lapindo Inginkan Capres yang Menolak Didikte Lapindo
”Selama ini pemerintah seperti didikte Lapindo,” ujar ujar Fahmi anak muda dari Jati rejo, di Jakarta (2/6). Kedepan, Fahmi berharap para Capres yang akan bertarung di pemilihan presiden 2009 lebih berani ketika berhadapan dengan Lapindo.
selengkapnya
Kaum Muda & Anak-anak Korban Lapindo Menantang Capres 2009-2014
Tiga Tahun sudah Lumpur Lapindo menenggelamkan Porong, Sidoarjo. Bahkan dampaknya meluas hingga 19 desa. Tapi korbannya masih berkubang dengan urusan jual beli asset dan bangunan, yang dipermainkan sepihak oleh Lapindo, direstui pemerintah. Oleh karenanya, ratusan surat ditulis kaum muda dan anak korban Lapindo untuk para Capres. Surat itu mengingatkan masalah kebutuhan dasar korban yang dilupakan dan memburuk kondisinya, mulai pemenuhan pekerjaan, kesehatan, pendidikan hingga lingkungan sehat. Surat itu akan disampaikan kepada para Capres di Jakarta.
selengkapnya
Kampanye Capres & Penyakit Korban Lapindo
Sejumlah penderitaan korban Lapindo, luput dari amatan Perpres dan sejumlah kebijakan pemerintah maupun perusahaan selama tiga tahun terakhir. Apalagi hingga memasuki masa kampanye Capres, tak satupun mereka memiliki misi yang jelas dan berpihak pada korban Lapindo. Penanganan Kasus Lapindo tiga tahun lalu, dan ke depan harusnya menjadi ukuran publik, menakar kesungguhan dan kelayakan Capres 2009 – 2014. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mestinya menjadikan kasus ini materi debat Capres. Dengan cara itu, publik akan menjadi pemilih cerdas. Dan, para Capres, tak bisa lagi memakai kasus Lapindo sebagai mainan di masa kampanye.
selengkapnya
Kasus Lapindo Mestinya jadi Materi Debat Capres
“Kasus Lapindo mestinya menjadi materi debat Capres 2009. Mengapa? Tak hanya karena daya rusak lumpurnya yang meluas di pulau terpadat di Indonesia, menenggelamkan lebih 10 ribu rumah, juga puluhan ribu orang menderita. Juga mempertontonkan, tak bekerjanya fungsi kepengurusan negara diberbagai tingkatan pemerintahan, saat mereka di setir oleh kepentingan korporasi. Layanan publik lumpuh, penegakan hukum tak berjalan”, ujar Siti Maemunah dari Jaringan Advokasi Tambang.
selengkapnya
Suramnya Masa Depan Anak-anak Korban Lapindo
Darmani baru lulus SMA PGRI 1 Gedangan Sidoarjo, tahun lalu. Tapi, remaja perempuan 19 tahun ini sadar, ia tak mungkin melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi manapun. Sejak rumahnya di RT 2 desa Reno Kenongo ditengelamkan lumpur Lapindo, ia tahu bangku kuliah hanyalah mimpi. Dan kini, ia makin khawatir dengan masa depannya kelak. Sudah tiga tahun lumpur Lapindo menyembur dan kondisi keluarganya makin susah, demikian juga teman-temannya.
Minggu ini, 1-5 Juni, Ani, begitu – panggilan Darmani, bersama sepuluh pemuda dan anak-anak korban Lapindo datang ke Jakarta. Kehadiran sejumlah pemuda desa Permisan, Reno Kenongo dan desa Jati Rejo ke Jakarta kali ini hanyalah untuk memastikan, apakah kedepan mereka masih menjadi warga negara yang memiliki hak yang sama ?. Apakah mereka masih memiliki Presiden dan wakil Presiden yang memiliki hati nurani untuk melindungi rakyatnya ?. Atau mereka harus menyiapkan diri sebagai orang yang tidak berhak lagi bertanya hal itu ?.
selengkapnya
Potret yang Terbungkam : Masalah-masalah Perempuan Korban Lapindo
Isu perempuan dan anak-anak dalam kasus luapan lumpur Lapindo, Sidoarjo, nyaris tak muncul di permukaan, tak ada yang menggubris. Sepanjang tiga tahun tragedi ini berlangsung, perjuangan hak-hak warga korban melulu dipenuhi urusan ‘ganti rugi’ atau, persisnya, jual beli aset tanah dan bangunan. Ini konsekuensi langsung kebijakan penanganan Pemerintah, yakni Peraturan Presiden No 14/2007 dan revisinya melalui Peraturan Presiden No 48/2008. Kebijakan yang sama sekali tak menyentuh masalah-masalah yang dihadapi 35 ribu perempuan, separuh korban Lapindo.
Selengkapnya
Penanganan Kasus Lapindo Membungkam Masalah Perempuan
Hampir 3 tahun kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo Jatim, isu perempuan dan anak-anak dalam kasus ini, meskipun faktanya menjadi persoalan, namun nyaris tak muncul di permukaan, tak ada yang menggubris. Sepanjang tiga tahun tragedi ini berlangsung, perjuangan hak-hak warga korban sejak awal diarahkan SBY-JK lewat Peraturan Presiden No 14/2007 dan revisinya Peraturan Presiden No 48/2008, yang melulu pada urusan jual beli aset tanah dan bangunan. Kebijakan itu jelas menguntungkan PT Lapindo Brantas, makin jelas penanganan korban Lapindo sama sekali tak menyentuh masalah-masalah yang dihadapi 35 ribu perempuan, separuh korban Lapindo.
selengkapnya
Ketika Permisan Dihajar Lumpur Lapindo
Sungguh sesat melakukan pembedaan kawasan terdampak dan tidak terdampak dalam kasus Lapindo, seperti tercantum dalam Perpres No 14/2007 dan Perpres 48/2008. Cerita horor dari derita akibat lumpur Lapindo sesungguhnya dapat dirasakan (bahkan) dari titik terjauh semburan, desa Permisan.
Desa Permisan tak masuk peta terdampak di Perpres. Desa yang berjarak 8 Km dari pusat semburan, sejak Lumpur menyembur pada 29 Mei 2006 sontak berubah. Udara menjadi semakin panas, hawa sejuk khas desa kini bercampur bauh (busuk) lumpur, menyengat, apalagi jika angin berhembus ke arah Timur. Mayoritas warga kini begitu akrab dengan sesak nafas dan batuk. Sekalipun belum ada korban meninggal akibat ISPA, namun batuk ‘jamaah’ yang diidap warga sulit untuk disebut wajar.
Selengkapnya
Sajak Perlawanan Kaum Cicak
karya Tulus Wijanarko
Kami tahu tanganmu mencengkeram gari
karena kalian adalah bandit sejati
Kami tahu saku kalian tak pernah kering
karena kalian sekumpulan para maling
Kami mafhum kalian memilih menjadi bebal
sebab melulu sadar pangkat kalian hanyalah sekadar begundal
Kami tahu kalian berusaha terlihat kuat menendang-nendang
demikianlah takdir para pecundang
Kami mengerti otak kalian seperti robot
meski demikian kalian sungguh-sungguh gemar berkomplot
Kami sangat terang kenapa kalian begitu menyedihkan
karena kalian memang hanyalah gerombolan budak
yang meringkuk jeri di mantel sendiri
Kami tahu kenapa kalian gemetar ketakutan
dan tanganmu menggapai-gapai sangsi ke udara
karena kalian tahu
Kami tidak takut kepadamu
Kami tidak takut kepadamu
dan akan melawan tak henti-henti
kami tahu
kalian gemetar,
Kami sangat tahu
kalian sungguh gemetar!
28/09
Negeri Para Bedebah
karya Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
______
CICAK NGUNTAL BOYO
BY CHEBOLANG*
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
INI CERITA NEGERI BEDEBAH
PEMIMPINYA HIDUP MEWAH
TAPI RAKYATNYA MAKAN SUSAH
HASIL DARI MENGAIS SAMPAH
DI NEGERI PARA BEDEBAH
YANG BAIK DAN BERSIH BISA SALAH
KEBOHONGAN ITU LUMRAH
RAKYAT KECIL HANYA BISA PASRAH
BUBRAH! PARAH!
BUBRAH! PARAH! BUBRAH!
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
RAKYAT MENCARI PIMPINAN
KETEMUNYA JURAGAN
RAKYAT MENCARI IMAM, YA IMAM
KETEMUNYA TUAN
MAKA JANGAN-LAH JANGAN HERAN
JIKA ADA MAFIA DI PERADILAN
JUAL BELI PASAL DAN HUKUMAN
YANG KUAT BAYAR PASTI MENANG
KATANYA JAMAN SUDAH REFORMASI
TAPI HUKUM MASIH BISA DIBELI
JADI BARANG DAGANGAN, OBYEK KORUPSI
NGGAK PUNYA MALU DAN HARGA DIRI
KALIAN KIRA SELAMANYA RAKYAT KITA BODOH
JIKA RAKYAT MARAH TIRANI PASTI AKAN ROBOH!
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
BIBIT ITU TUNAS
CANDRA ITU SINAR
YANG MENJADI SIMBOL
TEGAKNYA KEADILAN
LANGKAH KECIL TELAH DIMULAI
DARI BAYI BERNAMA DEMOKRASI
KEADILAN TAK BISA DITAWAR LAGI
KEPASTIAN HUKUM ADALAH HARGA MATI
MUNGKIN KITA CAPEK REVOLUSI
MUNGKIN KITA BOSAN DEMONSTRASI
TAPI JANGAN PERNAH BERHENTI
PALING TIDAK TUNJUKAN RASA PEDULI
UNTUK INDONESIA YANG KITA CINTAI
ANA CICAK NGUNTAL BOYO
BOYO COKLAT NYEKEL GODO
OJO SENENG NGUNTAL NEGORO
MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
LINK DOWNLOAD
http://www.mediafire.com/file/y2yz5yowm3z/CICAK NGUNTAL BOYO (FINAL RELEASE).mp3
atau bisa juga di MyBand Aplication di facebook yang bersangkutan
http://www.facebook.com/chebolang?v=app_2405167945&ref=profile
serial foto selengkapnya
KAMI ADA! KAMI TIDAK TAKUT! INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI!, KAMI ADA! MASSA AKSI INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI!, KAMI ADA! ANAK INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI!, KAMI ADA! LINTAS WARGA INDONESIA SEHAT LAWAN KORUPSI!, RAKYAT PEKERJA LAWAN KORUPSI







0 komentar:
Poskan Komentar