silah baca artikel bagian pertama
Sikap Hening dan Perhatian Penuh
Hidup Kembali
Meminum teh
Saya mengangkat cangkir saya
Dengan perhatian penuh
Saya memperhatikan warna keemasan pekatnya
Saya mencium aromanya yang keras
Saya membawanya ke bibir saya
Saya menyadari sentuhan cangkir pada bibir
Saya memiringkan cangkir dan leher
Dan saya meneguknya
Ah, teh yang benar-benar nikmat!
Saya mengetahui rasa dan komposisinya
Saya mengetahui kenikmatannya
Saya menelan
Saya sepenuhnya berada pada saat ini
Teh dan saya menyatu
Dan saya hidup sekali lagi.
Tujuan dari kehidupan adalah untuk menyelaraskan detak jantung anda dengan detak alam semesta, dan untuk mengharmoniskan natur alami anda dengan alam
Melalui disiplin upacara minum teh jepang berarti mempelajari seni kehidupan dengan konsep-konsep seperti keselarasan, rasa hormat, kemurnian, ketenangan dan diatas semua itu seni kehidupan yang yang dibarengi sikap awas dimana hati dan pikiran kita diperbaharui, direfleksikan dan menjadi cara untuk menyatakan pada diri sendiri tentang siapa diri kita yang sebenarnya.
Mendaratkan Gagasan
Heningkan diri anda, izinkan pikiran anda berkelana kemanapun. Riset menunjukkan bahwa kita disibukkan oleh 60.000 pikiran dalam sehari. Dengan memelihara sikap meditatif atau reflektif akan memfasilitasi penerimaan intuisi. Atau semakin hening, semakin keras suara hati anda terdengar. Suara-suara ajaib ini adalah intuisi anda. Pelukis Paul Gaugin berkata, ”Saya menutup mata supaya bisa melihat”. Jadi awas dan sensitif pada nada-nada batin yang terdengar dan membuai anda. Dengarkan. Peganglah erat-erat. Guncang dan lihatlah apa yang muncul. Kemudian, yang sangat penting, cepat tuliskan sebelum sesuatu yang muncul itu hilang, berganti dan saling bertabarakan dan tidak pernah kembali.
Francis Bacon menyarankan, ” Ada baiknya seseorang selalu mengantungi pensil dan mencatat pikirannya.” Karena percikan satu gagasan melahirkan gagasan yang lain, yang pada gilirannya melahirkan gagasan lain yang bisa mendukung, mengembangkan dan memperkuat tindakan yang akan membantu mewujudkan gagasan itu.
Anda harus memberikan ruang bagi gagasan yang sedang berputar-putar untuk mendarat.
Karena gagasan memiliki sayap, gagasan bisa terbang pergi semudah datangnya dan tidak pernah kembali. Sesuatu yang menggairahkan dapat bersifat sementara dan singkat, kecuali ada tindak lanjutnya.
Sesaat setelah Keith Richard (anggota grup band Rolling Stone) terjaga pada tengah malam, ia
Segera menulis not-not gitar untuk lagu Satisfaction. Lucunya saat ia beranjak bangun dari ranjang besok siangnya, ia telah lupa dengan lagu itu. Untunglah ia segera sadar telah menulis lagi itu sampai ia memutar tape recordernya dan mendenagar dirinya menggumamkan nada-nada yang kini menjadi lagu rock abadi.
Ya sungguh Thomas Alfa Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuan dalam hidupnya. Selain Smithsonian and Rutgers University telah mengarsipkan lebih dari 5 juta halaman gagasan, catatan, dan berbagai dokumen peninggalannya. Anggaplah usianya mencapai 60 tahun, maka itu berarti setiap hari ia mengerjakan 228 halaman dan tiap tahun ia mematenkan 17 temuannya.
Bonus : Mengembangkan Kapasitas Berpikir Sadar dan Bawah Sadar Kita
Intuisi juga bisa dilatih dengan metode berpikir lateral.
Berpikir lateral
Anda tidak bisa menggali sebuah lubang di tempat yang berbeda dengan manggali lubang yang sama semakin dalam
Mencoba lebih keras dengan ide dan pendekatan yang sama mungkin tidak akan menyelesaikan masalah. Anda mungkin perlu bergerak secara lateral untuk mencoba berbagai ide dan pendekaran baru
Berpikir lateral adalah melarikan diri (keluar) dari berbagai ide dan persepsi yang sudah ada untuk menemukan ide-ide baru
Dalam sejarah penciptaan dan ide, banyak kejadian kebetulan yang memicu ide kreatif muncul dari sebuah kejadian acak. Seperti apel yang jatuh menimpa kepala Newton menjadi inspirasi bagi konsep gravitasi sebagai sebuah gaya. Atau konon Archimedes saat bermain-main dengan sabun (atau benda lainnya) dibak mandinya, tiba-tiba mendapat ide cara menguji apakah sebuah mahkota emas murni atau bukan (dengan mengamati perbedaan berat mahkota itu di dalam air dan diluar air). Sebuah kebetulan kemudian memberi kita ’wawasan’ atau ’intuisi’ seketika atau ’efek eureka’. Berita gembiranya kita tidak harus menunggu terjadinya kebetulan untuk mencetuskan ide. Kita tidak perlu menunggu dibawah pohon dan menunggu jatuhnya apel di kepala kita? Tetapi kita juga bisa bangkit dan mengguncang pohon apel itu. Diantaranya dengan latihan menggunakan kata acak. Sebuah kata yang diperoleh secara acak (tanpa pemilihan secara spesifik) dihubungkan ke masalah yang memerlukan berbagai ide baru. Asosiasi, fungsi dan konsep yang ditimbulkan dari kata acak itu bisa mengarahkan kita ke berbagai ide baru.
Contoh : Anda menginginkan berbagai ide baru tentang mesin fotokopi. Kemudian secara acak kita temukan kata hidung, karena saat ini jarum detik jam menunjukkan angka 19 (sudah disediakan sebelumnya sejumlah 60 kata acak). Jadi kita hubungkan mesin fotokopi dan indra penciuman. Pertanyaan adalah nilai apakah yang bisa didapatkan dari bau. Mungkin alat fotokopi bisa memberikan bau yang berbeda, bergantung pada apa yang salah dengannya. Dengan demikian, kita bisa menggunakan bau sebagai indikator kerusakan. Apabila alat fotocopy itu tidak berfungsi, anda tinggal mencium bau yang muncul. Bau itu segera menunjukkan kepada anda apa yang salah dari mesin itu.
Itulah salah satu latihan yang dikembangkan dan diajarkan oleh Edward de Bono sebagai penemu metode berpikir lateral.
LATIHAN :
Baca dan cermati pusisi-puisi ini, perhatian, perhatian penuh, cermati kemampuan penulisnya dalam melakukan observasi, rasakan ketajaman intuisinya dan gerakan intuisi aja, bayangkan rasakan suasana yang digambarkan. Kembankan imajinasi anda untuk menangkap setiap detil.
Petang di Jembatan Liu
Lu You (1125-1210)
terdengar ikan meloncat di air kolam
rimbun hutan menunggu bangau pulang
awan lengang takkan menjadi hujan,
lalu terbang mengitari hijau pegunungan
Pesanggrahan Rusa
Wang Wei (701-761)
Gunung kosong tak terlihat manusia,
hanya terdengar cakap insan bergema.
Pantul sinar memasuki kedalaman hutan,
Kembali menapak di atas hijau lelumutan.
Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
1989
Aku Ingin
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
1989
Gentong Kosong
Wiji Thukul
parit susut
tanah kerontang
langit mengkilau perak
matahari menggosongkan pipi
gentong kosong
beras segelas punya
masak apa kita hari ini
pakis-pakis hijau
bawang putih dan garam
kepadamu kami berterima kasih
atas jawabanmu
pada sang lapar hari ini
gentong kosong
airmu kering
ciduk jatuh bergelontang
minum apa hari ini
sungai-sungai pinggir hutan
yang menolong di panas terik
dan kalian pucuk-pucuk muda daun pohon karet
yang mendidih bersama ikan teri di panci
jadilah tenaga hidup kami hari ini
dengan iris-irisan ubi keladi
yang digoreng dengan minyak persediaan terakhir kami
gentong kosong
botol kosong
marilah menyanyi
merayakan hidup ini
6 januari 97
Sumber bacaan dan kutipan :
1 The Lone Samurai : Kehidupan Miyamoto Musashi; Gramedia 2006
2 Musashi; Eiji Yoshikawa; Gramedia 2006
3 Sun Zi : The Art of War; Chow-Hou Wee; BIP 2006
4 33 Strategi Perang; Robert Greene; KARISMA 2007
5 Purnama Di Bukit Langit; Antologi Puisi Tiongkok Klasik; Zhou Fuyuan; Gramedia 2007
6 Ulasan Penutup Buku Purnama di Bukit Langit oleh Sapardi Djoko Damono
7 Hujan Bulan Juni; Sapardi Djoko Damono; Grasindo 1994
8 Aku Ingin Jadi Peluru; Wiji Thukul; Indonesiatera 2004
9 Minum Teh : Menjalani Kehidupan; Visuddhacara; Penerbit Karaniya
10Tiger Heart, Tiger Mind; Ron Rubin dan Stuart Avery Gold; BIP 2007-05-10
11Kisah-kisah Kebijakan Zen; Indra Gunawan; Gramedia 2005
12Goal-Free Living; Stephen M Shapiro; Elex Media Komputindo 2006
13Blink : Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir; Gramedia 2006
14Pratical Intuition; Laura Day; Serambi 2006
15Terapi NLP; DR. Ibrahim Elfiky; Hikmah 2007-05-10
16Mind Map; Tony Buzan; Gramedia 2006







0 komentar:
Poskan Komentar