Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Selasa, 18 Agustus 2009

Menguak Rahasia Naskah “Asli” Proklamasi

Pada Sidang tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI telah membahas dan menyepakati naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Namun pada akhirnya naskah ini tidak jadi dibacakan karena soal yang sepele.

Naskah ini tidak jadi dibacakan karena pada saat Soekarno-Hatta dkk, berkumpul di kediaman Marsekal Maeda, ternyata tak seorang pun yang hadir membawa naskah yang telah dibahas dan disepakati dalam Sidang BPUPKI.

Maka muncullah naskah Proklamasi yang begitu pendek dan ringkas seperti yang dibacakan oleh Soekarno di 17 Agustus 1945.

Kisah menarik ini diceritakan oleh Zen Rachmat Sugito di IBOEKOE --


Selengkapnya (berikut naskah Proklamasi yang tidak jadi di bacakan itu)


Bookmark and Share

0 komentar: