NASIONALISME DI TAPAL BATAS
Lilin Selalu Menyala di Ufuk Timur
Rabu, 19 Agustus 2009
Nasrullah Nara dan Korano Nicholash LMS
Theresia Sado Gebze (12) menyambut kehadiran pak guru di depan kelas dengan mata berbinar.
Dua rekan sebaya yang duduk di bangku kiri-kanannya, Hermina Ndiken dan Agatha Belagaize, antusias membolak-balik buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Hari itu, Senin, 3 Agustus 2009, siswa kelas VI SD Yos Sudarso, Kampung Kuper, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua, itu belajar materi pelajaran tentang transaksi jual beli. Supardi (41) tak ingin menjejali siswanya dengan bahan teks. Karena itu, ia mengajak muridnya ke pasar desa, tak jauh dari sekolah mereka.
Di sana berlangsung transaksi jual beli hasil bumi dan bahan kebutuhan pokok yang melibatkan warga asli Merauke dan kaum pendatang.
”Jangan lupa bikin laporan untuk didiskusikan di depan kelas,” ujar Supardi, pria asal keluarga transmigran dari Jawa Tengah.
Sementara itu, murid-murid kelas V dengan riuh merubung sebuah sumur di halaman sekolah. Dari bibir tembok sumur, para siswa melongok mengamati timba yang ditarik ulur seorang murid. Di sekolah itu, timba, sumur, dan airnya adalah alat peraga untuk pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya tentang gravitasi atau gaya tarik bumi. Adapun pasar tradisional yang mempertemukan beragam komunitas suku Marind-anim dan suku-suku pendatang adalah alat peraga Ilmu Pengetahuan Sosial.
selengkapnya
http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/19/03204539/lilin.selalu.menyala.di.ufuk.timur
PERBATASAN RI-PAPUA NIUGINI
Mengharapkan Investasi yang Berdamai
Rabu, 19 Agustus 2009
Nasrullah Nara dan Korano Nicholas LMS
Pesawat Merpati jenis Boeing 737-300 baru saja mendarat di Bandar Udara Mopah, Merauke, Papua. Di ruang pengambilan bagasi, para penumpang dari Jakarta, Makassar, Biak, dan Jayapura merubung rel yang mengalirkan barang-barang mereka dalam kemasan tas, koper, kardus, dan karung.
Suasana hiruk-pikuk di ruangan bagasi itu terhenti sejenak ketika terdengar suara lembut dari pengeras suara. Announcer mengumumkan, dengan alasan cuaca, penerbangan Merpati rute Merauke-Tanah Merah hari Minggu (2/8) itu ditiadakan.
Sebaliknya, di ruang tunggu keberangkatan yang bersebelahan dengan ruang pengambilan bagasi, terdengar suara gaduh. Sebanyak 12 calon penumpang pemegang boarding pass siang itu geram.
Mereka adalah para calon penumpang yang dijadwalkan terbang ke ibu kota Kabupaten Boven Digoel itu dengan pesawat Twin Otter. ”Wah, rugi besar lagi. Ayam potong dan ikan laut jadi busuk,” ujar Jimmy Lebang (41). Pria asal Tana Toraja yang rutin bolak-balik Merauke-Tanah Merah ini adalah pemasok lauk-pauk ke pasar yang ada di Tanah Merah.
Dua kali dalam sepekan ia berada di Merauke untuk memborong komoditas tertentu yang langka di Kabupaten Boven Digoel dan sekitarnya. Terbayang kerugian sekitar Rp 5 juta akibat batalnya penerbangan kali itu.
selengkapnya
http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/19/03264366/mengharapkan.investasi.yang.berdamai
Baca seluruh artikel terkait
NASIONALISME : DI TAPAL BATAS atau DI SIMPANG JALAN
Campur Sari : Nasionalisme Di Tapal Batas, A Nation in Name: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism, Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa
Laporan Khusus Kompas : Nasionalisme di Tapal Batas
Menerawang Aceh dari Sawang; Siberut Si Cantik yang Terabaikan; Kepulauan Riau : Tak Indonesia Hilang di Hati; Perca di Kalimantan Barat; Keseriusan Masalah di Kalimantan Timur; Perbatasan Miangas dan Marore; Maluku, Menguggah Ke Indonesiaan di Bibir Pasifik; Perbatasan NTT-Timor Leste; Geliat Pendidikan di Tengah Keterbatasan dan kemudian ditutup dengan Dua Stigma tentang Papua.
FOKUS KOMPAS : KEINDONESIAN
Masih Indonesiakah Mereka? ;WILAYAH PERBATASAN Melihat Indonesia yang (Kian) Asing; REALITAS PERBATASAN Indonesia yang Jauh; MASYARAKAT KEPULAUAN. Mereka Makin Teralienasi; PERBATASAN Perlu Pemahaman Transnasional; Di Bawah Dua Bangsa Penjajah
FOKUS KOMPAS (2) : NASIONALISME DI TAPAL BATAS
Nasionalisme "Paripurna" di Tapal Batas, BERSAMA INDONESIA Lampu Kuning dari Ujung Nusantara, KUMPARAN FATAMORGANA Transformasi Sosial Tak Berarah, PERBATASAN NTT-TIMOR LESTE Daftar Masalah di Tapal Batas, KEHADIRAN NEGARA Miangas nun Jauh di Mata
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar