Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Senin, 10 Agustus 2009

Revolusi Agustus : Kesaksian Seorang Pelaku Sejarah

“Siapa yang musti memproklamasikan dan menjadi Presiden Republik Indonesia pertama? Pertama kali yang dicalonkan adalah Amir Sjarifuddin. Semua pemuda menerima. Cuma Soekarni tanya, ‘Bung Amir dimana?’ Dia sebenarnya tahu Bung Amir ditawan Jepang di Lowokwaru, Malang … Umpamanya dia diketahui Jepang, lalu dibunuh. Nah kita mempunyai presiden pertama sudah dibunuh. Bagaimana bisa?”

"Saya ini pelaku, saya saksi. Bahwa sampai kapan pun Peristiwa Madiun itu bukan suatu pemberontakan, tetapi penindasan dari satu pemerintahyang melaksanakan Red Drive Proposal dari Amerika Serikat, mau membasmi kaum kiri dan kami melakukan perlawanan. Lha Berontak Madiun! Berontak apa? Buktinya apa?"

Soemarsono, pejuang kemerdekaan Indonesia, penulis buku Revolusi Agustus (Hasta Mitra 2008)




Atas kerjasama Pantau dan TUK bulan Juli lalu telah diselenggarakan diskusi Madiun Affairs 1948 bersama Soemarsono, seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Dalam diskusi tersebut sejarawan Baskara T Wardaya dan Wilson bertindak sebagai penanggap/pembahas dengan moderator Andreas Harsono.


Berikut adalah paper yang disampaikan di dalam diskusi tersebut

Membaca buku Revolusi Agustus karya Soemarsono (Baskara T Wardaya)

Beberapa Catatan Untuk Diskusi Peristiwa Madiun 1948 (Wilson)

Pengakuan Seorang Anak tentang Siapa Ayahnya

Juga silah baca serial artikel Dahlan Iskan di Jawa Pos

Soermarsono, Golongan Kiri, dan Pergolakan Seputar Proklamasi (1)
Soemarsono, Golongan Kiri, dan Pergolakan Seputar Proklamasi (2)

Soemarsono, Golongan Kiri, dan Pergolakan Seputar Proklamasi (3-Habis)



baca juga
Aksi Pembakaran Revolusi Agustus di Granadi-Jawa Pos

serta update berita disini Indonesia BUKU

Bookmark and Share

0 komentar: