Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Jumat, 07 Agustus 2009

WS Rendra dan Mbah Surip "Berjalan Beriring" atau "Saling Menggendong"

Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata...........

Beberapa hari lalu Jenazah Mbah Surip disemayamkan di rumah seniman WS Rendra di daerah Cipayung, Pondok Gede, Jakarta Timur. Pihak keluarga menyatakan bahwa hal ini sesuai dengan permintaan almarhum.

Kini WS Rendra pun berpulang…………….. Tanda-tanda zaman?

Ini adalah akhir perjalanan, sekaligus awal perjalanan mereka berdua, 2 sahabat…






Kesadaran Adalah Matahari
Kesabaran Adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata
(Rendra)





”I Love U Full”, kata Mbah Surip atau (”Tak Gendong” hakikatnya manusia itu selalu hidup bersama.) ”Together...”. Bahkan.....”Saya jualnya di depan toilet Ancol dan Blok M”*. (fragmen kisah bagaimana ia menjual lagu-lagunya untuk hidup dan membagi cinta)

Selamat jalan bung Rendra, selamat jalan Mbah Surip................

1 komentar:

Berry Devanda mengatakan...

satu lagi seniman dan budayawan cerdas bangsa ini meninggal,
selamat jalan burung merak...
salam