Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Sabtu, 19 September 2009

Ibu-ibu Berhati Baja, Perempuan-perempuan Perkasa

panen padi, perempuan, kasih ibu, keringat, semangat hidup, dewi sri dan ibu bumi

menjaga, merawat……… menyusui kehidupan


(dari pentas teater tari sahita)

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
Akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

(Sajak Hartojo Andangdjaja)


(dari pentas teater tari sahita)


baca juga

Kartini Pelopor Kebangkitan Nasional

Ibu Berkeranjang Belanja Lokomotif Perubahan


Bookmark and Share

0 komentar: