Seseorang yang mengetahui dengan benar bagaimana Zora dibuat, jika ia tidak terjaga di malam hari, dapat membayangkan dirinya tengah berjalan di sepanjang jalan dan ia ingat bagaimana tatanan gerak jam tembaga itu mengikuti tatanan tenda-tenda tukang cukur hingga membentuk garis lurus, juga air mancur dengan sembilan pancarannya, menara kaca milik astronom, kios pedagang melon, patung si pertapa dan sang singa, permandian Turki, warung kopi pojok jalan, serta lorong yang mengarah ke pelabuhan.
(Kota-kota Imajiner, Italo Calvino, Fresh Book 2006, hal 16)
Untuk karya rupa foto silah klik
Magic Fly Paula's Photostream - Invisible Cities
silah baca
Pengantar Meditasi Kota-kota Imajiner
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar