Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Rabu, 09 September 2009

Mengenang 6 Tahun Kematian Munir. Pulanglah dan Nyanyian Merah Mengenang Sobat Munir

Merunduk hormat sedalam-dalamnya, Tegak Kepala Meneruskeraskan Juangmu, Menuntaskan kasih untuk yang tertindas......

Pulanglah (Iwan Fals)

Padi menguning tinggal di panen
Bening air dari gunung
Ada juga yang kekeringan karena kemarau

Semilir angin perubahan
Langit mendung kemerahan
Pulanglah kitari lembah persawahan

Selamat jalan pahlawanku
Pejuang yang dermawan
Kau pergi saat dibutuhkan saat dibutuhkan

Keberanianmu mengilhami jutaan hati
Kecerdasan dan kesederhanaanmu
Jadi impian

Pergilah pergi dengan ceria
Sebab kau tak sia sia
Tak sia sia
Tak sia sia
Pergilah kawan
Pendekar

Satu hilang seribu terbilang
Patah tumbuh hilang berganti
Terimalah sekedar kembang
Dan doa doa

Suci sejati
Suci sejati

silah klik
Pulanglah Iwan Fals.mp3

CD AUDIO Nyanyian Merah Mengenang Sobat Munir

Ada yang Hilang (Segorames)
Munir (Segorames)
Langkah Pejuang (Segorames)
Kabar Kematian (Al Habis)
Nyayian Merah (Al Habis)
Cak (Segorames)
Iblis Bersayap malaikat (Lontar Gemunung)
Emak / Kabar Dari Aceh (Segorames)
Tanda Zaman (Segorames)
Beritu Duka (Al Habis)
Perjalanan (Segorames)
Rakyat Bersatu (Nggozhu)

klik disini
Nyanyian Merah atau disini
Nyanyian Merah.

SIMAK JUGA

Mengenang 5 Tahun Kematian Munir. Sebuah Buku Putih : Bunuh Munir!



Bookmark and Share

0 komentar: