E-Book Mengipasi Bara Api
Industri pertambangan global menikmati suatu periode emas, dengan banyaknya perusahaan yang membukukan laba sebagai akibat dari melambungnya harga beberapa komoditi. Prestasi Inggris sangat baik: tiga perusahaan tambang terbesar di dunia seluruhnya berasal dari Inggris, sementara London menyediakan dana cukup besar untuk industri tersebut serta menjadi tuan rumah sebagian besar perdagangan logam global.Pemerintah Inggris secara konsisten membela kepentingan perusahaan pertambangan Inggris di seluruh dunia.
Pada sisi lain, banyak negara berkembang merasakan segi negatif dari pertambangan. Kelompok bersenjata seringkali memperkaya diri mereka dengan penggalian bahan mineral, melakukan kerjasama dengan perusahaan dan menggunakan pendapatan mereka untuk membiayai perang sipil. Pelanggaran HAM terjadi ketika kesatuan keamanan yang dibayar untuk melindungi harta milik pertambangan menyerang komunitas lokal dan para aktivis anti tambang. Sekarang ini, ada pola yang sama dari satu negara ke negara lainnya dimanapenduduk lokal dipaksa ke luar dari tanah mereka oleh proyek-proyek pertambangan, dan mereka yang melakukan protes telah diintimidasi, dipukuli atau ditembak........
(dipetik dari bagian Ringkasan Eksekutif)
Laporan ini adalah bagian dari kampanye War on Want yang meliputi fakta-fakta terkiat peran industri pertambangan dalam mempertajam konflik dan pelanggaran HAM di seluruh dunia. Untuk Indonesia laporan ini menyoroti tambang grasberg, Papua Barat dan tambang emas kelian, Kalimantan Timur
Selengkapnya
http://dte.gn.apc.org/WoWmin.pdf
* laporan ini diterjemahkan oleh Down to Earth
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar