"Kemana kakakmu?". "Kan sudah di Balaibanjar". "Bapakmu?". "Juga sudah di Balaibanjar". "Ibumu?". "Mengantar makanan ke Balaibanjar." . "Kamu juga seharusnya ditahan"., kata lelaki itu dengan tegas mengejutkan Made Jepun."Kamu kan Gerwani."
garapan teater-tari yang diangkat dari cerpen Putu Oka Sukanta "Made Jepun" dalam antologi cerpen Lobakan.
Kami tahu tanganmu mencengkeram gari karena kalian adalah bandit sejati
Kami tahu saku kalian tak pernah kering karena kalian sekumpulan para maling
Kami mafhum kalian memilih menjadi bebal sebab melulu sadar pangkat kalian hanyalah sekadar begundal
Kami tahu kalian berusaha terlihat kuat menendang-nendang demikianlah takdir para pecundang
Kami mengerti otak kalian seperti robot meski demikian kalian sungguh-sungguh gemar berkomplot
Kami sangat terang kenapa kalian begitu menyedihkan karena kalian memang hanyalah gerombolan budak yang meringkuk jeri di mantel sendiri
Kami tahu kenapa kalian gemetar ketakutan dan tanganmu menggapai-gapai sangsi ke udara
karena kalian tahu Kami tidak takut kepadamu Kami tidak takut kepadamu dan akan melawan tak henti-henti
kami tahu kalian gemetar, Kami sangat tahu kalian sungguh gemetar!
28/09
Negeri Para Bedebah
karya Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah Orang baik dan bersih dianggap salah Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah Karena hanya penguasa yang boleh marah Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Usirlah mereka dengan revolusi Bila tak mampu dengan revolusi, Dengan demonstrasi Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
______
CICAK NGUNTAL BOYO BY CHEBOLANG*
ANA CICAK NGUNTAL BOYO BOYO COKLAT NYEKEL GODO OJO SENENG NGUNTAL NEGORO MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
INI CERITA NEGERI BEDEBAH PEMIMPINYA HIDUP MEWAH TAPI RAKYATNYA MAKAN SUSAH HASIL DARI MENGAIS SAMPAH
DI NEGERI PARA BEDEBAH YANG BAIK DAN BERSIH BISA SALAH KEBOHONGAN ITU LUMRAH RAKYAT KECIL HANYA BISA PASRAH
BUBRAH! PARAH! BUBRAH! PARAH! BUBRAH!
ANA CICAK NGUNTAL BOYO BOYO COKLAT NYEKEL GODO OJO SENENG NGUNTAL NEGORO MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
RAKYAT MENCARI PIMPINAN KETEMUNYA JURAGAN RAKYAT MENCARI IMAM, YA IMAM KETEMUNYA TUAN
MAKA JANGAN-LAH JANGAN HERAN JIKA ADA MAFIA DI PERADILAN JUAL BELI PASAL DAN HUKUMAN YANG KUAT BAYAR PASTI MENANG
KATANYA JAMAN SUDAH REFORMASI TAPI HUKUM MASIH BISA DIBELI JADI BARANG DAGANGAN, OBYEK KORUPSI NGGAK PUNYA MALU DAN HARGA DIRI
KALIAN KIRA SELAMANYA RAKYAT KITA BODOH JIKA RAKYAT MARAH TIRANI PASTI AKAN ROBOH!
ANA CICAK NGUNTAL BOYO BOYO COKLAT NYEKEL GODO OJO SENENG NGUNTAL NEGORO MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
BIBIT ITU TUNAS CANDRA ITU SINAR YANG MENJADI SIMBOL TEGAKNYA KEADILAN
LANGKAH KECIL TELAH DIMULAI DARI BAYI BERNAMA DEMOKRASI KEADILAN TAK BISA DITAWAR LAGI KEPASTIAN HUKUM ADALAH HARGA MATI
MUNGKIN KITA CAPEK REVOLUSI MUNGKIN KITA BOSAN DEMONSTRASI TAPI JANGAN PERNAH BERHENTI PALING TIDAK TUNJUKAN RASA PEDULI UNTUK INDONESIA YANG KITA CINTAI
ANA CICAK NGUNTAL BOYO BOYO COKLAT NYEKEL GODO OJO SENENG NGUNTAL NEGORO MUNDAK RAKYATMU DADI SENGSORO
0 komentar:
Poskan Komentar