Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Minggu, 06 Desember 2009

Arsitektur Cahaya dan Warna, Pada Embun, Pada Bunga

derit roda-roda besi kereta naga
mengerek malam makin dalam

ibu-ibu bakul
ingin rasanya mencium, memelukmun hingga tumpas
merasakan jiwa dan desah nafas
ibu-ibu pekerja tak hilang asa
bunga kebak wangi yang semestinya dipetik dan disunting jadi lagu
Indonesia Raya

kado untukmu IBU-IBU BAKUL KERETA NAGA

juga untuk kaum ibu dalam sajak Hartojo Andangdjaja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
Akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

juga untuk keteguhan Prita Mulyasari


foto asli















Bookmark and Share

1 komentar:

khalisah khalid mengatakan...

terima kasih untuk banyak cinta dan doa, pada matahari, pada lentera...