Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Kamis, 24 Desember 2009

Buku "Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 S dan Kudeta Soehato" serta Lekra Tak Membakar Buku Dilarang Beredar oleh Kejaksaan Agung!!!

Seperti dilaporkan Voice Human Rights News Center Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung menyatakan telah melarang 5 judul buku beredar selama tahun 2009.

Adapun buku yang dilarang beredar itu adalah Dalih Pembunuhan Massal Gerakan 30 S dan Kudeta Soeharto karya John Rosa; Suara Gereja bagi Umat Tertindas Penderitaan, Tetesan Darah dan Cucuran Air Mata Umat Tuhan di Papua Barat Harus Diakhiri karya Cocratez Sofyan Yoman; dan Lekra Tak Membakar Buku : Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965 karya Roma Dwi Arya Yuliantri dan Muhidin M Dahlan. Juga Enam Jalan Menuju Tuhan karya Darmawan MM dan Mengungkap Misteri Keberagaman Agama karya Drs Syahrudin Ahmad.

selengkapnya
Catatan Akhir Tahun Kejaksaan Agung Tahun Ini Kejagung Larang 5 Buku Kritis

baca juga

Pernyataan Institut Sejarah Sosial Indonesia Menentang Pelarangan Buku 'Dalih Pembunuhan Massal"

Tentang Pembredelan Lima Buku oleh Kejagung – Asep Sambodja

Bookmark and Share

0 komentar: