Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Kamis, 24 Desember 2009

Catatan Akhir Tahun YLBHI (2009) : Tahun Rawan Penegakan Hukum, Pemenuhan HAM dan Akses Keadilan

Ringkasan Catatan Akhir Tahun 2009 Tentang Evaluasi dan Kinerja Penegakan Hukum dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia serta Akses Keadilan Bagi Masyarakat Miskin tentang “Tahun Rawan Keadilan: Mata Pisau Ketidakadilan, Berpalingnya Wajah Negara dalam Pemenuhan Hak Asasi Manusia Serta Kebijakan Pembangunan yang Belum Pro-Masyarakat Miskin”

dipetik dari website YLBHI

Ringkasan Catatan Akhir Tahun 2009
Yayasan LBH Indonesia

Pengantar

Tahun 2009 adalah tahun Rawan Keadilan. Bangsa ini bukan saja mengalami rawan pangan seperti yang dialami warga disejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga Rawan Keadilan. Pemenuhan keadilan bagi masyarakat miskin dan warga negara biasa, dalam kondisi kritis.

Tahun 2009 merupakan tahun paling menggenaskan: pengabaian hak asasi secara masif, mandegnya roda pembangunan dan kebijakan Negara yang belum berpihak kepada masyarakat miskin. Diskriminasi perlakuan terhadap masyarakat miskin juga menjadi fakta gamblang bagaimana negara memperlakukan warga miskin.

Yayasan LBH Indonesia mencatat selama tahun 2009, rakyat miskin tidak menjadi perhatian serius oleh negara, khususnya dalam bidang penegakan hukum, pemenuhan hak asasi manusia dan pemenuhan akses keadilan. Tahun 2009 merupakan suatu kondisi yang sangat nyata dari tidak maksimalnya Presiden SBY dalam memenuhi janjinya untuk untuk menegakkan suatu negara hukum dan prinsip-prinsip rule of law. Presiden SBY belum memberikan contoh kepemimpinan memperluas dan meningkatkan akses keadilan bagi masyakarat kebanyakan. Apa yang menjadi “kesibukan” selama tahun 2009 yaitu: carut marut daftar pemilih tetap. Usai Pemilu, dilanjutkan dengan wacana pengerdilan dan pembosaian lembaga KPK – diselingi wacana pemilihan Kabinet Indonesia Bersatu II - lalu geger cicak versus buaya, Perppu pejabat sementara pimpinan KPK, rekaman Anggodo dan Centurygate. Jadi selama tahun 2009, kepemimpinan Presiden SBY belum menunjukkan kepemimpinan kerja: melainkan baru kepemimpinan akan dan kepemimpinan himbau. Persepsi positif Presiden SBY bahkan melorot dimata publik. Kondisi semacam ini akan berlanjut jika tidak segera dijawab dengan kerja dan perwujudan agenda penegakan hukum, pemenuhan hak asasi dan perwujudan akses keadilan bagi masyarakat.

Selengkapnya
Catatan Akhir Tahun 2009 Tentang Evaluasi dan Kinerja Penegakan Hukum dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia serta Akses Keadilan Bagi Masyarakat Miskin


Baca juga

Catatan Akhir Tahun Hak Asasi Manusia 2009 - Komnas HAM


Bookmark and Share

0 komentar: