Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Rabu, 09 Desember 2009

Draf Copenhagen Agrement Bocor, Tercium Bau Busuknya

berikut adalah salinan Media Rilis CSF

Draf Copenhagen Agreement Menuai Kekhawatiran dan Protes

Media rilis CSF, 9 Desember 2009

Malam kemarin, 8 Desember 2009, akhirnya bocoran dokumen konsep Copenhagen Agreement atau Kesepakatan Copenhagen beredar di kalangan delegasi COP 15 dan media. Dokumen ini membuat marah sebagian delegasi negara berkembang. Selusin lebih delegasi negara-negara Afrika terlihat emosi dan melakukan aksi spontan di Bella Centre.
Bocornya dokumen ini membuat UNFCC kelabakan. Tepat jam 01.22 Rabu pagi waktu Copenhagen, humas UNFCCC mengeluarkan seruan media menanggapi berbagai informasi yang beredar dan kekhawatiran terhadap hasil COP 15. Surat elektronik ini hanya memuat satu paragraf pernyataan Sekretaris Eksekutif UNFCCC Yvo de Boer terhadap dokumen informal yang disampaikan Perdana Menteri Denmark, "Adoption of the Copenhagen Agreement”.

Ia bilang, ini hanyalah dokumen informal yang dikeluarkan sebelum konferensi untuk diberikan pada beberapa orang dalam rangka proses konsultasi. Sementara dokumen formal dalam proses UN hanya akan dikeluarkan oleh presiden COP 15 atas permintaan para pihak.

Sehari sebelumnya, kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam gerakan Climate Justice Now! sudah mengirimkan petisi memprotes Perdana Menteri Denmark yang bersikap tidak transparan. Kelompok yang beranggotakan 400 lebih organisasi masyarakat sipil seluruh dunia ini mengecam pemerintah Denmark yang menelikung proses perundingan.

Dokumen ini dikhawatirkan memperlemah kesepakatan perundingan-perundingan sebelumnya, termasuk komitmen negara industri menurunkan jumlah emisi dan bagaimana cara melakukannya. Dokumen ini juga memecah negara berkembang dengan kategori baru yaitu negara miskin dan negara paling rentan, dan mengarahkan pendanaan dampak perubahan iklim melalui pendekatan berbasis pasar (market based) ().

Kontak Media :
Di Copenhagen : Giorgio B hp +45 608 31 329, Siti Maemunah hp +45 504 99 567, Teguh Surya +45 269 94 305.
Di Jakarta : Berry Nahdian Furqon : hp + 62 8125110979

sumber : http://www.jatam.org/content/view/1003/1/


Bookmark and Share

0 komentar: