Seruan Aksi - CSF Indonesia
Bagaimana mungkin masyarakat sipil menyuarakan protes dan mengkritisi COP 15 jika mereka dibatasi masuk bahkan ditangkapi polisi Denmark, dan dibiarkan begitu saja oleh PBB. Sejak COP 15 digelar, lebih 1000 orang aktivis ditangkap.
Sampaikan protes anda segera. Kami tunggu hingga Jum’at 18 Desember 2009.
*****
Pemerintah Denmark paraniod, lebih 1000 aktivis ditangkap sejak pelaksanaan COP 15 UNFCCC. Terakhir, sekitar 200 orang ditangkap, saat mereka menggelar kegiatan penggalangan dana dan solidaritas. “Tak ada peringatan sebelumnya. Kami sedang menari malam itu dan tiba-tiba tenda sudah penuh dengan gas air mata, Lily Kember, 22 th, dari London.
Dua hari sebelumnya, 12 Desember lebih 700 orang ditangkap dalam aksi damai bertema “ System Change, Not Climate Change! . Polisi mengikat tangan mereka ke belakang, peserta aksi ini dibiarkan beberapa jam dalam udara sangat dingin - minus beberapa derajat. Mereka tak punya makanan, minuman, bahkan tak boleh pergi ke toilet. Dikabarkan, beberapa dintaranya pingsan.
Hari ini, masyarakat sipil dibatasi masuk ke Bella Centre, lokasi COP 15 UNFCCC berlangsung. Mereka harus mendapatkan kartu tanda pengenal kedua, dalam dua hari terkahir. Tak sampai separuh yang boleh masuk Bella Center. Bahkan hanya 1000 orang yang boleh masuk pada 17 Desember 2009, dan hanya puluhan keesokannya.
Bagaimana mungkin masyarakat sipil menyuarakan protes dan mengkritisi COP 15 dibatasi bahkan ditangkapi oleh pemerintah Denmark, dan dibiarkan begitu saja oleh PBB.
Sampaikan protes anda segera hingga Jum’at 18 Desember 2009, buka:
http://criminaljustice.change.org/actions/view/stop_danish_police_abuses_against_peaceful_climate_protestors
Salam,
Siti Maemunah, JATAM/ CSF Indonesia
sumber : http://www.jatam.org/content/view/1015/1/
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar