Bagaimana petani, nelayan maupun masyarakat di perkotaan, khususnya yang paling rentan, menyikapi masalah terkait iklim ini? Kami memilih sejumlah kasus untuk ditampilkan sebagai pembelajaran bagi kita dan masukan bagi Pemerintah. Kasus-kasus yang diangkat menunjukkan bagaimana petani dan nelayan memiliki kapasitas dan kerentanan yang berbeda menyikapi kondisi iklim belakangan ini.
Petani pada lahan tadah hujan, atau di bagian hilir sungai atau saluran irigasi memiliki kapasitas dan kerentanan yang berbeda dibanding petani pada lahan irigasi teknis ataupun lahan di wilayah hulu sungai. Petani padi memandang masalah yang berbeda dan bentuk adaptasi yang berbeda dibanding petani jagung.
Nelayan dengan perahu kecil dan mesin kurang dari 5 PK sangat bergantung pada kondisi angin musim. Sementara nelayan dengan kapal lebih besar relatif dapat mengatasi angin dan gelombang besar. Pembelajaran dari banyak kasus memungkinkan kita untuk dapat mengidenti!kasi kebutuhan petani dan nelayan dan bentuk dukungan yang harusnya diberikan pemerintah.
Hal lain yang jarang didiskusikan terkait dampak perubahan iklim adalah fakta meningkatnya kasus kesehatan, seperti malaria, DBD, dan diare dalam rentang 40 tahun terakhir (WHO, 2007). Sampai saat ini memang belum ada penelitian komprehensif mengenai dampak perubahan iklim terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan diare di Indonesia. Tapi, beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara kejadian El Nino dan peningkatan jumlah kasus malaria, hubungan curah hujan dengan peningkatan kasus DBD. Kesimpulan ini didapat dari"data"dalam kurun waktu yang pendek sehingga masih dikatakan sebatas dampak dari variasi iklim.Sebagaimana diketahui, perubahan iklim meningkatkan peluang kejadian iklim ekstrim. Bila hubungan antara tahun-tahun kejadian iklim ekstrim (el nino/kekeringan, curah hujan tinggi) dan"peningkatan kasus masalah kesehatan tersebut berlangsung dalam rentang waktu yang lebih panjang, "maka hubungan dampak perubahan iklim terhadap masalah kesehatan dapat dipastikan."Memahami secara detil kecenderungan peningkatan kasus tersebut dalam jangka waktu yang lebih panjang dapat menuntun kita mampu menyiapkan rencana mitigasi dan adaptasi, guna menekan angka masalah kesehatan terkait iklim tersebut
Daftar Isi :
03:
Adaptasi Berdasarkan Data dan
Pembelajaran kasus Lokal
06:
Menduga Waktu Tanam, Menduga Banjir
07:
Tertipu Hujan Tipu
09:
Perempuan Garda Depan
10:
Merubah Sistem Tanam Baturejo
11:
Bertanam di Lahan Garam
13:
Kekeringan, Gagal Panen, dan Pompa Air
14:
Angin Musim Tidak Teratur
17:
Kalau Iya, Iya. Kalau Tidak, Tidak
21:
Variasi Iklim dan Kasus Malaria
22:
Kasus DBD dan Variasi Iklim
24:
Catatan Kaki
Silah unduh disini
sumber www.csoforum.net
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar