Pernyataan Romo Sandyawan saat membuka Festival yang mengambil topik "Solidaritas Perjuangan Anak Pinggiran: Mengais Dunia yang Hilang". Festival ini diikuti sekitar 750 peserta dari berbagi komunitas anak di Jawa Timur. Anak-anak se-Jawa Timur itu hendak menunjukkan solidaritas mereka bagi anak korban lumpur Lapindo.
------------------------------------------------
Persoalan semburan lumpur panas Lapindo Brantas di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sampai dengan akhir 2009 masih saja terjadi sehingga telah mengakibatkan masalah pelik dari aspek teknis dan sosial. Pemerintah kewalahan menghentikan semburan, merelokasi warga yang tempat tinggalnya tergenang lumpur, dan meminta petanggungjawaban PT Lapindo Brantas Inc, sebagai operator eksplorasi sumur Banjar Panji, Sidoarjo. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, warga mendapat ganti rugi secara bertahap. Namun penyelesaian ganti rugi dalam bentuk jual beli itu pun masih berlarut-larut dan korban masih belum juga mendapatkan hak-haknya sebagaimana yang telah dijanjikan. Lambannya sikap Pemerintah, ditambah lagi dengan masih dilakukannya negosiasi ulang untuk pembayaran ganti rugi tersebut memperlihatkan bahwa Pemerintah, tidak saja, abai terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak-korban, namun juga lemah dalam berhadapan dengan korporasi. Selain itu, dari hasil pengkajian yang dilakukan Komnas HAM didapati adanya sejumlah pelanggaran hak asasi manusia dari peristiwa tersebut, akan tetapi pemerintah telah mengabaikan rekomendasi Komnas HAM untuk memulihkan hak-hak para korban yang telah terlanggar.
Dipetik dari
Catatan Akhir Tahun Hak Asasi Manusia 2009 – Komnas HAM
--------------------------------------------------
Bakrieland Development saat ini sedang dalam kerja giat untuk membangun kawasan SuperBlock yang konon terbesar di Jakarta dengan wilayah seluas 53,5 ha (dan akan terus diperluas hingga 60 hektar). Disana sudah dan akan dibangun Gedung konser multi fungsi berkapasitas 2.500 orang, studio TV, retail area, perkantoran, hotel, apartemen dan lain-lain. Seluruhnya menyatu dalam lingkungan perkotaan atau atmosfir perkotaan yang tertata rapi, memadukan kegiatan bisnis komersial dengan gaya hidup dan hiburan yang dilengkapi fasilitas premium.
Bakrie Tower, mal Epicentrum Walk- Creative Entertainment Center dan Strata Office Suites, The Grove Condominium dan The Grove Suites dan gedung konser adalah fasilitas-fasilitas superior yang akan melengkapi Apartemen Taman Rasuna, Pasar Festival, Aston Rasuna Residence, Rasuna Office Park dan Gold’s Gym Elite Rasuna yang sudah beroperasi sebelumnya.
simak Maket Kawasan Superblock Rasuna Epicentrum
Hmm kenapa dipilih nama Epicentrum? Pusat (gempanya) keuntungannya ada di Jakarta, tapi pusat (ledakan) buntungnya berpusat di Sidoarjo?
Tentang proyek Superblock ini Tempo Interaktif menulis judul berita "Meraup Untung di Rasuna Epicentrum".
Tentunya megahnya, hijaunya (eco-friendly) dan manisnya proyek Bakrieland Development di kawasan segitiga emas bisnis Jakarta ini tentunya bertolak belakang dengan wajah bumi dan kehidupan korban yang meraup buntung karena tsunami Lumpur Lapindo di Sidoarjo.
Dan bila kelak Rasuna Epicentrum menempatkan diri sebagai salah satu pusat kreativitas anak negeri dan industri kreatif, maka di Sidoarjo tanggal 18-20 Desember lalu diadakan hajatan festival "Solidaritas Perjuangan Anak Pinggiran: Mengais Dunia yang Hilang". Hajatan ini diikuti sekitar 750 peserta dari berbagi komunitas anak di Jawa Timur. Anak-anak se-Jawa Timur itu hendak menunjukkan solidaritas mereka bagi anak korban lumpur Lapindo.
Selain menampilkan anak-anak korban Lapindo, pagelaran ini dimeriahkan pula oleh aksi anak-anak pinggiran dari Malang, Lumajang, Jombang, Probolinggo, Surabaya, Mojokerto hingga Tulungagung. Mereka menampilkan teater, tari, musik, dan berbagai pameran karya anak korban Lapindo. Acara ini diadakan di Gelanggang Olah Raga Sidoarjo. Acara ini tidak diadakan di Gedung Konser Canggih seperti yang akan dibangun di Rasuna Epicentrum, tapi cukup di Gedung Gelanggang Olahraga Sidoarjo
------------------------------------------------
Demikianlah ironi itu diwartakan dengan medium gambar berikut ini ........






Aku seorang anak kecil yang masih belum cukup umur, untuk bisa merasakan pahitnya penderitaan. Namaku Iswatul, sekarang aku berusia 12 tahun. Aku ingin berbagi cerita tentang kepedihan yang aku rasakan kepada kalian semua para sahabatku yang setia pada suara FM.
Hal pertama yang akan aku ceritakan bahwa aku adalah anak yang periang dan ingin punya banyak teman. Aku juga mempunyai satu harapan yang ingin. Aku gapai untuk meniti masa depanku menjadi seorang yang berguna bagi nusa dan negara. Dan yang paling penting aku ingin membuat orang tuaku bahagia dengan melihat anaknya berhasil meraih cita-citanya menjadi seorang guru.
Oleh karena itu aku selalu giat berlajar dan tidak mau mengecawakan kedua orang tuaku. Sampai pada saat itu, ketika umurku genap 9 tahun, terjadilah suatu musibah yang tidak pernah terlintas dibenakku. Entah aku masih belum mengerti apakah itu musibah atau mungkin ujian dari Tuhan yang diberikan untuk kami semua para penduduk di desa sirinig, porong dan sekitarnya.
Tapi, kenyataannya musibah itu disebabkan karena ulah manusia yang kurang bertanggung jawab pada pekerjaannya. Saat itu akumasih ingat betul, ketika semburan lumpur panas PT. Lapindo Brantas mulai menenggelamkan sedikit demi sedikit semua rumah – rumah penduduk yang ada disekitarnya. Bukan hanya rumah-rumah saja melainkan seluruh berbagai acam bangunan pabrik-pabrik, gedung sekolahan, tokoh-tokoh bahkan persawahan para penduduk juga ikut di telannya tanpa tersisa. Aku dan keluargaku adalah salah satu diantaran ribuan orang yang menjadi korban bencana itu, hanya bisa meratapi nasib yang sudah menjadi takdir kami.
Aku tetap harus bisa tersenyum di hadapan orang lain, walau dalam hati ini menangis. Apalagi kesedihan ini semakin bertambah di kala aku menyaksikan banyak orang-orang yang masih belum merelakan seluruh harta bendanya raib begitu saja. Mereka bahkan sampai menjadi sakit, ada juga yang menjadi gila, dan yang lebih parah lagi ada yang meninggal dunia akibat tidak kuat menghadapi kenyataan yang pahit ini.
……………..
Dan seiring dengan berjalannya waktu akupun bisa menjadi semakin lebih dewasa dalam menyikapi hidup ini. Aku tidak boleh terpuruk pada keadaan, aku harus tetap semangat dan giat belajar. Aku ingin membuktikan kalau aku bisa membuat bangga kedua orang tuaku juga bangsa dan negara. Aku akan tetap berjuang untuk menggantungkan cita-citaku setinggi langit.
Aku harus bisa membahagiakan kedua orang tuaku, karena akulah yang menjadi harapan mereka satu-satunya saat ini. Aku juga berharap supaya para pemerintah mau mendengarkan jeritan-jeritan hati kami dan sungguh-sungguh menepati janjinya pada rakyat. Jalan hidupku masih panjang, dan akan aku jadikan sebagai harapanku masa depanku.
Dipetik dari cerpen karya ISWATUN VATIMAH , Juara 1 Lomba Cerpen Tk SD yang diadakan Radio Suara Porong FM dan Sahabat Komunitas Kita.
Untuk link kumpulan cerpen dan puisi silah kunjung
Suara Anak-anak Korban Lapindo di Tengah Dagang Sapi Kursi Kekuasaan
baca juga Ramai Di Century (Rp. 6,7 T), Sepi Di Lapindo (Rp. 33 T)
tentang foto-foto di publikasi ini, seluruh foto-foto kondisi di Sidoarjo di ambil dari Portal Korban Lapindo (foto-foto semburan, bangunan yang ditenggelamkan lumpur dari posting Time - Kehancuran & Times - Semburan Lumpur), sedangkan foto-foto aksi lumpur di depan kantor KPK dan diseberang Gedung Wisma Bakrie 2 serta bangunan di Jakarta oleh redaksi lentera.








0 komentar:
Poskan Komentar