disalin dari http://www.walhi.or.id
Jakarta (2/12) - Empat hari menjelang dimulainya perundingan iklim di Copenhagen, Amerika Serikat sebagai negara pengemisi terbesar yang bertanggung jawab atas lebih dari 36 persen total emisi gas rumah kaca dunia masih belum bersedia mengambil langkah drastis pengurangan emisi mereka sedikitnya sebesar 40 pesen seperti yang menjadi tuntutan dalam perundingan tersebut.

Amerika Serikat justru menetapkan target yang sangat kecil dibandingkan pihak-pihak lain yang terlibat, yaitu hanya sebesar 16 persen dari level emisi saat ini.
Keengganan AS ini menjadi pemicu negara-negara lain untuk mengurangi target emisi mereka dan menghambat tercapainya langkah kongkret dalam perundingan Copenhagen. Mekanisme pembangunan bersih dan perdagangan karbon yang didukung AS tidak akan dapat mengatasi krisis iklim yang terjadi jika tidak disertai dengan perubahan model ekonomi AS saat ini yang sangat rakus energi, sumber daya alam dan konsumsi berlebihan.
Dalam beberapa putaran perundingan iklim hingga menjelang COP 15 ini, Amerika Sarikat terus melanjutkan aksi menghindari tanggung jawab penurunan emisi domestik demi terus mengejar pertumbuhan ekonomi. AS pula lah yang muncul dengan kampanye besar di dalam negeri nya “How We can Get Rich from Global Warming” (Bagaimana kita bisa menjadi kaya dari perubahan iklim?).
Untuk itu kami dari gerakan petani, aktivis lingkungan, dan mahasiswa mendesak Amerika Serikat untuk bertanggung jawab terhadap cemaran gas rumah kaca yang dilakukan selama ini, dengan melakukan langkah drastis pengurangan emisi domestik minimal 40 persen pada tahun 2020. Kami menuntut tanggung jawab Amerika Serikat sekarang juga.
((WALHI, SPI, KAU; LS-ADI, Oxfam GB)
baca juga
R-E-D-D CO2lonialisme Baru
SOS Perubahan Iklim : Perjanjian Australia dan Indonesia, Kolonialisme Baru?
SOS Perubahan Iklim : Perjanjian Uni Eropa dan Indonesia, Kolonialisme Baru?
E-Book : REDD, Jalan Sesat Bisnis Konservasi








0 komentar:
Poskan Komentar