LAPORAN INVESTIGASI JURNALISTIK 2009
BENCANA KELAPARAN & KEHIDUPAN DI YAHUKIMO : "KWANING KUME!"
Selengkapnya silah unduh DISINI
Wajah anak-anak itu tetap penuh keceriaan. Memanjat pohon, berlarian, mandi di kali, ke hutan, ke kebun hingga bersekolah. Siapa sangka anak-anak dari kampung Bomela itu nyatanya hanya makan 3 hari sekali
Sementara orang-orang tua mereka yang sebenarnya punya kewajiban untuk berkebun atau berburu namun karena perut kosong, mereka tak mampu melakukan kewajiban itu. Sedang bagi yang masih memiliki sedikit kekuatan, akan mengikat perut mereka dengan semacam kulit kayu atau kain agar perut mereka tidak terasa mual saat menjalankan kewajibannya berkebun atau pun berburu.”Tali Poro Trada Isi” demikian mereka membahasakannya
Kisah-kisah ini adalah bagian kecil saja dari laporan investigasi jurnalistik yang dilakukan Viktor Mambor dari Foker LSM Papua. Hasil investigasi ini kemudian di bukukan dengan judul BENCANA KELAPARAN & KEHIDUPAN DI YAHUKIMO : "KWANING KUME!" (Tidak Ada Ubi Jalar) oleh Infid (International NGO Forum on Indonesian Development)
Daftar Isi Buku Kwaning Kuwe :
1. “Musim Gugur” Di Langda
2. “Tali Poro Tra Ada Isi”*
3. Kantor Pemerintah, Hanya Tinggal “Kepala” Saja
4. Kepala Suku Kitikni : “Pejabat Yahukimo Takut Tertular Penyakit”
5. Kwaning Kume
6. Anak-Anak Bomela, Makan Tiga Hari Sekali
Selengkapnya silah unduh DISINI
baca juga
Negeri Busung Lapar, Tanah Air Beta
Jumat, 18 Desember 2009
Kelaparan di Negeri Yahukimo, Tanah Air Beta
Label:
ekonomi-politik,
lawan-neoliberalisme,
Papua
| Reaksi: |
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar