Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Jumat, 18 Desember 2009

Masyarakat Bertanya, Bibit Samad Rianto Menjawab - Cicak Lawan Buaya, Korupsi, Mafia Hukum (1)

Bibit Samad Rianto : Tak Rela Kepolisian Dibawa ke Hal yang Tidak Baik

Berikut adalah 13 pertanyaan yang dipilih Kompas (cetak) dan jawaban Bibit Samad Rianto dalam rubrik KOMPAS KITA* (17 Desember 2009).

*Untuk setiap edisinya Kompas mengundang masyarakat (pembaca kompas) untuk mengajukan pertanyaan kepada tokoh yang dipilih untuk ditampilkan. Beberapa nama seperti Iwan Fals, Slank, Jusuf Kalla pernah muncul di rubrik ini.


Bapak pernah menjadi kapolda di Kalimantan Timur, saat pembalakan liar sangat marak dan dibekingi oleh aparat penegak hukum (polisi, tentara, dan pemda). Banyak oknum aparat kaya oleh karena itu. Walaupun cuma 1 tahun bertugas, pasti Bapak melihat kenyataan itu. (Ade Kresna Suwandi, Ciputat, Jakarta Selatan)

Bagaimana Pak Bibit menjalani hidup hari demi hari selama 2 bulan terakhir ini? Apakah Pak Bibit tidak stres menghadapi kasus yang maharumit ini? (Aan P, Garut)

Senyuman Bapak tidak pernah terlepas meskipun masalahnya cukup berat . Rahasianya apa sih Pak? (Akhmad Bakir, Jakarta)

Apa progres Bapak (KPK) mengenai kasus Bank Century? (Wisnu, andreas_pmkri@ xxxx.com)

Menurut sebagian masyarakat, simbol pemberantasan korupsi adalah KPK, bagaimana Bapak melihat kinerja dua institusi hukum, yakni kepolisian dan Kejaksaan Agung, dalam memberantas korupsi? (Aria Dhanu P, Tangerang)

Pak Bibit, di negeri ini, apa masih memungkinkan bisa jadi pejabat terutama untuk posisi empuk melalui proses tanpa KKN? Setahu saya, realitasnya, personal yang jujur, berdedikasi, dan bersih cenderung disingkirkan. (Bambang N, Banyuwangi)

Pada saat Pak Bibit diperiksa kepolisian, adakah di antara mereka yang kurang sopan kepada Bapak, mengingat Bapak sebenarnya adalah purnawirawan Polri. Mungkin dianggap tidak membela korps? Dendamkah? (Berlin Simarmata, Cinere)

Bagaimana perasaan Anda ketika menjadi tersangka? Apakah kasus terhadap Bapak itu merupakan bentuk kriminalisasi terhadap KPK? Saya sebagai rakyat kecil jadi takut kalau ada juga kriminalisasi terhadap rakyat kecil. Bagaimanakah kita harus bersikap? Apakah kita masih harus percaya pada sistem peradilan di negara ini? (Riyono Siwikuntoro, Purbalingga)

Sebagai mantan polisi, apakah Bapak mengetahui dengan sangat baik dan jelas karut-marutnya Kepolisian Republik Indonesia? (A Tri Irianto, Cimanggis)

Pak Bibit, bagaimana Bapak bisa menjaga konsistensi untuk tidak korupsi di tengah jabatan yang Bapak miliki dan pengaruh birokrasi yang sudah sedemikian terbiasanya dengan ”budaya” korupsi? (Isa al Anshari, ITB)

Kenapa ya orang seperti Bapak bisa difitnah? Seandainya semua kepala di kepolisian bisa seperti Anda. Hebat pasti negara gue, ching!!! (Melvialzam)

Apa benar Bapak belum pernah korupsi sekecil apa pun sepanjang hidup Bapak? (Rizhal, Bogor)

Langkah apakah yang Bapak ambil untuk mengatasi kasus Bank Century? (Sri Suharyaningsih)



Apa jawaban Bibit Samad Rianto? Silah kunjung

Tak Rela Kepolisian Dibawa ke Hal yang Tidak Baik



Bookmark and Share

0 komentar: