Erry Riyana Hardjepamekas : PERCAYALAH MASIH BANYAK ORANG BAIK
Berikut adalah 19 pertanyaan yang dipilih Kompas (cetak) untuk dijawab oleh Erry Riyana Hardjapamekas dalam rubrik KOMPAS KITA*
*Untuk setiap edisinya Kompas mengundang masyarakat (pembaca kompas) untuk mengajukan pertanyaan kepada tokoh yang dipilih untuk ditampilkan. Beberapa nama seperti Iwan Fals, Slank, Jusuf Kalla pernah muncul di rubrik ini.
Pak Erry, pemberantasan korupsi telah dilakukan sejak lama, tetapi kenyataan korupsi tetap ada dengan berbagai modus. Apakah hal ini karena mental manusianya, sistem yang tidak baik, atau karena teladan yang menjadi panutan tidak ada (Tredi Hadiansyah, Ciwaruga, Bandung)
Saya melihat peraturan pemakaian baju khusus koruptor ternyata tidak berjalan efektif. Padahal ini sangat bagus sekali biar menimbulkan efek jera kepada koruptor. Di Korea Selatan saja mantan presidennya menggunakan baju khusus tahanan. Bagaimana menurut pendapat Bapak? (Aan P, Garut)
Merebaknya kasus cicak vs buaya menunjukkan lemahnya penegakan hukum terkait pemberantasan korupsi. Bahkan, ada dugaan upaya kriminalisasi suatu institusi tertentu. Menurut Bapak, langkah solutif apa yang dilakukan saat ini sehingga kasus ini tidak menyebar menjadi bernuansa politis? (Aria Dhanu P, Tangerang)
Saya kagum dengan sikap Pak Erry yang siap pasang badan ketika penahanan Bibit dan Chandra tak kunjung ditangguhkan. Bahkan, Anda minta untuk ditahan karena telah melakukan kewenangan yang sama dengan Bibit dan Chandra ketika Bapak masih duduk di KPK. Sayang, sikap ksatria Bapak tidak dimiliki para elite di negeri ini. Saya sangat prihatin dengan kondisi penegakan hukum di Indonesia, terlebih setelah munculnya kasus Urip dan Anggodo. Kami sebagai rakyat tak tahu lagi harus mengadu ke mana karena DPR pun telah memupuskan harapan kami ketika mengundang Kapolri. Tuhanlah satu-satunya tumpuan harapan, semoga Indonesia akan segera bangkit dari keterpurukan karena korupsi dan birokrasi. (Arief Rachman Hakim, Pemalang)
Harapan saya sebagai penduduk Indonesia, tentu KPK dengan kondisinya yang seperti sekarang ini masih akan gigih mengurangi hingga meniadakan korupsi di negeri ini. Tapi masihkah bisa? (Andriza Hamzah, Setiabudi, Jakarta)
Kenapa ya, akhir-akhir ini banyak pihak yang seakan-akan ingin agar lembaga KPK segera bubar? Pak Erry selaku mantan pejabat KPK, setidak-tidaknya Anda Lebih mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh KPK. Saya penasaran, ”apakah benar, lembaga yang memberantas korupsi, para pejabatnya malah terlibat/melakukan korupsi?”. (Adi Sumaryono)
Belajar dari kasus yang sedang terjadi dengan KPK. Apa idealnya agar permasalahan seperti ini tidak terulang? Masyarakat sangat mencintai KPK, tapi fenomena saat ini menunjukkan KPK tidak membalasnya dengan citra yang baik? (Kaswoko Kornelius)
Pak Erry, di kampus dan di berbagai kegiatan pusdiklat atau seminar kantor selalu ada materi mengenai etika. Kita diajarkan beretika dalam hidup. Salah satunya adalah tidak menerima dan memberi suap. Bahkan sejak kecil kita sudah diajari dalam agama masing-masing untuk tidak mencuri. Menurut Pak Erry, apakah KPK perlu juga turun dalam kegiatan-kegiatan semacam ini? (Tumpal Silitonga)
Saya termasuk yang kaget sewaktu Pak Erry bersedia ditahan polisi karena merasa apa yang dilakukan oleh Bibit dan Chandra sama dengan yang dilakukan Pak Erry pada saat menjadi unsur pimpinan KPK. Pada zaman sekarang, sudah jarang ada orang yang mau melakukan seperti yang Pak Erry lakukan. Pertanyaan saya, kalau satu saat Anda benar-benar diminta untuk diadili karena perbuatan yang sama, siapkah Pak Erry, lahir dan batin? (Berlin Simarmata, Depok)
Apa sih sebenarnya yang sedang terjadi pada ketiga institusi penegak hukum di negara kita saat ini? Walaupun segala bukti yang diklaim oleh Kapolri dan Jaksa Agung, kami rakyat Indonesia masih belum mendengar, kenapa mereka ngotot punya kasus? (Atri Arief, Balikpapan)
Saya seorang guru sebuah SMK swasta di lereng Gunung Merapi DI Yogyakarta dengan jumlah jam ngajar 14 jam per minggu dengan honor Rp 179.000. Wah, honor saya hanya 0,000.000.000.1 persen dari uang yang beredar. Berarti saya butuh sekitar 1.000 tahun jadi guru jika harus mendapatkan uang Rp 10 M. Wahhh, wahhh. (Setiyo Pamungkas)
Apa pendapat Bapak tentang anggapan bahwa pembentukan KPK hanya bersifat ad hock. Menurut saya KPK bersifat permanen karena dia bagian dari check and balanced kekuasaan presiden dalam memberantas korupsi. (Darmadi Arieswibowo, Bandung)
Wajah penegakan hukum kita sekarang masih sangat memprihatinkan. Menurut Pak Erry, apakah ini hanya sekadar ulah oknum ataukah justru adanya kebobrokan dalam criminal justice system di Indonesia yang akut sehingga berdampak munculnya mafia dan jual beli perkara? (Eka Hadiyanta)
Jika KPK heboh di Jakarta, bagaimana kita dapat memberantas korupsi di daerah otonom yang menjamur. Kejati, kejari...? Saya pesimistis. (Shafron, Mandailing Natal)
Pak Erry , kenapa mafioso pengadilan terhadap aktor korupsi makin subur di Indonesia dan kenapa pasal karet untuk menjerat oknum pengadilan sengaja dipelihara. (Prama Widayat, Cibodas, Tangerang)
Pak Erry, korupsi di negeri ini sudah mendarah daging, kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan KPK untuk membersihkan semua itu? (Hasim Adnan, Tangerang)
Seandainya saya jadi Presiden, saya akan tempatkan Kang Erry untuk menjabat Kapolri atau Jaksa Agung, Khusus untuk Kapolri saya akan buat perppu yang membolehkan jabatan Kapolri dari orang sipil karena dalam keadaan mendesak, untuk Jaksa Agung tak masalah, dan sebagai Presiden saya akan menugaskan Anda untuk mereformasi Polri atau Kejaksaan, termasuk aparatnya, dalam program 100 hari saya. (Sulwan Kosasih, Tangerang)
Anda selalu teriak lantang antikorupsi, apakah Anda sama sekali bersih dari perilaku korupsi? (Endi, Bekasi)
Selain soal korupsi, apa yang Anda kerjakan di saat luang?(Inge, Tangerang)
silah simak
Erry Riyana Hardjepamekas : PERCAYALAH MASIH BANYAK ORANG BAIK
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar