Vergadering atau rapat akbar menempati ruang sangat penting dalam lembaran sejarah pergerakan nasional bangsa Indonesia. Dia tidak bisa dilukiskan sebatas pertemuan massal, rapat umum, atau pidato-pidato, namun melampaui semua itu; "Organ boeat bangsa jang terperenta di H.O. Tempat akan memboeka swaranja `anak-Hindia,"-demikian pernah ditulis Tirto Adhi Suryo, seorang yang mempelopori pergerakan nasional ini.
……………………….
Inspirasi besar ini, yang berurat dan berakar dalam sejarah pergerakan nasional, mendasari sejumlah organisasi pergerakan di Jakarta untuk membuat acara serupa; mimbar kampung. Bedanya, kalau vergadering masa itu mengutuk penjajahan Belanda, sementara mimbar kampung ini mengutuk korupsi yang mengakar dalam sistim politik negeri ini.
Mimbar kampung ini diorganisir oleh sejumlah organisasi pergerakan, diantaranya Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Tani Nasional (STN), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker). Ini berlangsung di puluhan titik perkampungan di Jakarta, diantarnya Kp. Guji Baru Kebon Jeruk, Kp.Kapuk Cengkareng, Angke Tambora, Kp. Bedeng Cengkareng, Kembangan, Kp. Kebon Pala, Penjaringan, Kp. Kali Baru Cilincing, dan lain-lain.
Dipetik dari artikel Ulfa Ilyas Mimbar Kampung: Vergadering Melawan Korupsi di berdikari.online
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar