Saya mencatat paling tidak sudah dua kali sentilan pedas dilontarkan Adnan Buyung Nasution anggota Dewan Pertimbangan Presiden kepada pemerintah. Pertama, komentarnya terkait pelaksanaan National Summit. Kedua, adalah saat Presiden kebablasan merespon rencana aksi demo hari Anti-Korupsi 9 Nopember 2009. Tentunya termasuk kelugasan dan independensinya di TIM 8 yang dibentuk Presiden.
Petikan berita Vivanews “Adnan Buyung: Curigai Demo, SBY Keterlaluan”
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencurigai rencana aksi demonstrasi Hari Antikorupsi se-dunia pada 9 Desember besok. Adnan Buyung Nasution menilai SBY sudah keterlaluan.
"Menurut saya, presiden keterlaluan ngomong itu," kata Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Adnan Buyung Nasution di sela-sela acara 'Lokakarya Nasional Hak Asasi Manusia 2009' di Jakarta, Selasa 8 Desember 2009.
Petikan berita VIVAnews “Adnan Buyung: National Summit Cuma Asap”
"National summit seperti /smoke screen/. Hanya seperti asap saja," kata Adnan di sela-sela pembukaan National Summit di Hotel Bidakara, Kamis, 29 Oktober 2009.
Bahkan, dirinya mengkhawatirkan forum tersebut hanya untuk pembentukan citra (/image/) pemerintah baru. "Saya khawatirnya acara ini hanya ingin memperlihatkan pemerintah baru sedang serius menangani masalah-masalah di Indonesia," kata Adnan.
Adnan pun, pesimistis acara miliaran rupiah itu akan berguna bagi bangsa ini. "Kita lihat saja nanti," ujarnya.
Bang Buyung, lanjutkan. Saya suka.....
(nb kawan-kawan ada lagi yang mau menyumbang link-link berita yang serupa)
baca juga
RPP Penyadapan
Buyung: Jangan-jangan Tifatul Juru Bicara Koruptor
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar