Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Minggu, 06 Desember 2009

Profil Prita Mulyasari di The New York Times (THE SATURDAY PROFILE 4 Desember 2009)

Trapped Inside a Broken Judicial System After Hitting Send

New York Times THE SATURDAY PROFILE

By NORIMITSU ONISHI
Published: December 4, 2009

TANGERANG, Indonesia

PRITA MULYASARI became famous, as her lawyer put it, for going from “e-mail to jail.”

Her ordeal began when she sent an e-mail message complaining about the poor treatment she received at a hospital to 20 relatives, friends and co-workers. The message, forwarded from one mailing list to another, eventually fell into the hands of the hospital’s lawyers, who sued for defamation. In no time, Ms. Mulyasari, 32, a mother of two infants, found herself sharing a jail cell with murderers and facing six years in prison, seemingly yet another ordinary Indonesian caught up in one of the world’s most corrupt legal systems.

selengkapnya



Dukung gerakan koin keadilan, koin untuk prita

http://koinkeadilan.com/


ketika keadilan direcehkan, kita pun mengumpulkan receh



Bookmark and Share

0 komentar: