Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Minggu, 06 Desember 2009

Release Masyarakat Sipil Terkait Pernyataan SBY tentang Aksi Hari Anti Korupsi 2009

Sebaiknya Presiden memberikan pernyataan yang menentramkan dan menciptakan ketenangan masyarakat. Bukan justru mencemaskan. Disisi lain masyarakat justru sudah makin dewasa bahkan melebihi elite politik dinegeri ini. Tudingan gerakan sosial bermotif politis menjatuhkan kekuasaan justru mereduksi makna kritik dan otonomi partisipasi masyarakat. Seolah gerakan sosial tersebut hanya merupakan urusan kekuasaan

Pernyataan Sikap

Terkait Pernyataan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)
atas Peringatan Hari Anti Korupsi dan Peringatan Hari HAM Internasional 2009

Kami sejumlah masyarakat sipil Indonesia menyayangkan pernyataan Presiden SBY bahwa ada motif politik kekuasaan atas rencana peringatan Hari Anti Korupsi pada 9 Desember.

Perlu diingat bahwa perayaan hari anti Korupsi (9 Desember) dan hari HAM Internasioanl (10 Desember) merupakan momentum tahunan internasional untuk membangun sendi-sendi demokrasi. Hal ini sangat selaras dengan komitmen bangsa Indonesia untuk memberantas korupsi dan menghormati HAM. Ada banyak bukti atas hal; bagian dari 6 agenda reformasi, beberapa TAP MPR, sejumalah pasal dalam amandemen UUD 1945. kedua agenda ini juga sanagt relevan dengan kondisi kekinian, dimana Korupsi masih carut marut ditangani oleh pemerintah kondisi HAM juga masih belum optimal dimiliki oleh seluruh rakyat.

Kekhawatiran SBY berlebihan, apalagi pemerintahannya didukung oleh sejumlah parpol. Justru, seharusnya protes sosial dalam perayaan hari Anti Korupsi sedunia ikut dimeriahkan oleh pemerintah, jika menganggap bahwa perayaan tersebut seagenda dengan rencana pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sebaiknya Presiden memberikan pernyataan yang menentramkan dan menciptakan ketenangan masyarakat. Bukan justru mencemaskan. Disisi lain masyarakat justru sudah makin dewasa bahkan melebihi elite politik dinegeri ini. Tudingan gerakan sosial bermotif politis menjatuhkan kekuasaan justru mereduksi makna kritik dan otonomi partisipasi masyarakat. Seolah gerakan sosial tersebut hanya merupakan urusan kekuasaan. Peringatan Hari Anti Korupsi dan Hari HAM Internasional akan dimeriahkan oleh sejumlah kalangan ; akademisi, Petani, Buruh, Inteletual, masyarakat miskin kota, korban pelanggaran berat HAM masa lalu, dan berbagai kelompok masyaralat lainnya. Aksi ini akan menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia cinta akan keadilan dan kemanusiaan.

Sebaiknya Presiden berkonsentrasi pada pokok masalah yang menjadi sorotan masyarakat, yaitu; pertama, sesegera mungkin mengeluarkan Keppres pengaktifan Bibit-Chanda, sehingga kinerja KPK bisa lebih optimal dalam mengungkap dugaan korupsi di Masaro dan Century Bank. Kedua, membersihkan mafia hukum dan makaler-makelar kasus di semua lembaga penegakan hukum. Ketiga, memberi sanksi pada pejabat publik dan yang tersangkut KKN atau mendapat sorotan negatif masyarakat. Sementara urusan demonstrasi biarkan ditangani oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Polri.

Jakarta, 6 Desember 2009
Ray Rangkuti, Fadjroel Rahman, Tavip, Usman Hamid, Haris Azhar, Hendardi, Asmara Nababan, MM Billah, Maemunah, Mufti Maakarim, Savic Aleiha, Choirul Anam, Danang W, dll.

Sumber : http://www.kontras.org/


Bookmark and Share

0 komentar: