Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Sabtu, 19 Desember 2009

Spot Light - Riwayat Warna - Burung-burung Manyar; Made Wianta - Subcomandante Marcos - Romo Mangun

Dari Ruang Pamer karya Made Wianta ‘Spot Light’ di Galeri Nasional Indonesia
25 Nopember -6 Desember 2009

saya gembira, lepas, nyaman, hiruk pikuk................

menikmati pameran karya-karya Made Wianta bertajuk SPOT LIGHT, hasil kerja bareng Galeri Nasional Indonesia dan O House Gallery.


basa-basi new york - jakarta


luka tak bertuan (paling kanan)


dramatic mathematic 2


mr. urban 1

Berlarian, bolak-balik..........

menjadi kanak-kanak kembali
merayakan imajinasi
merayakan warna
merayakan kebebasan

saya jadi ingin meneguk keceriaan kanak-kanak seperti puisi lawas Mengapa tawa dan tangis, bisa lahirkan air mata.... berikut ini

Terbang melayang ke negeri impian
dalam kepak sayap burung garuda

Menyisir pelangi
menyapu awan
meniup api matahari
mencicipi titik hujan pertama................

Mengetuk pintu surga,
tok tok tok lalu sembunyi

Sambil memecahkan teka-teki
dari mana datangnya tawa.........

Lalu mengapa tawa dan tangis,
bisa lahirkan air mata....

Lucu ya kak

Ayo cicipi keduanya


oleh karenanya kali ini saya tidak hendak ingin menjelas-jelaskan kebesaran Made Wianta, menjelas-jelaskan aspek-aspek kualitas dan perjalanan kesenimanan Made Wianta yang menakjubkan (ia juga seorang penyair juga)

(untuk itu silah simak artikel Reinterpretasi Made Wianta dan Mutasi Makhluk-makhluk Wianta)

sepenuhnya ingin lepas bebas sebagai penikmat yang seawam-awamnya dan kurang ajar juga barangkali

.......................................


selengkapnya



Bookmark and Share

0 komentar: