Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Jumat, 18 Desember 2009

Yap Thiam Hien Award 2005 : Maria Catarina Sumarsih atau Sumarsih Saja

rosario, batu nisan, kamisan, ibunda para korban, ibunda keluarga korban

getar manik-manik doa itu, biji-bijian itu, arus kali itu






Maria Catarina Sumarsih atau Sumarsih Saja (57 tahun)

pensiunan pegawai negeri sipil. titik
ibu dari bernardinus realino norma irmawan atau wawan. koma
korban penembakan dalam tragedi semanggi I. koma
13 november 1998. titik
gigih memperjuangkan tegaknya keadilan atas pembunuhan wawan. koma
dan mengorganisir para korban. titik

3700 hari (88800 jam) dalam kenangan akan wawan
3700 hari (88800 jam) dalam gumam manik-manik doa,
3700 hari (88800 jam) alir kasih bagi keluarga korban

lambang keteguhan perjuangan bagi tegaknya keadilan para korban
lalu tegaknya keadilan bagi semua.

kesetiaannya benderang di langit merah putih yang masih mendung

sebelas tahun melintasi empat pemerintahan telah ibunda lalui.

keteguhannya benderang di langit merah putih yang masih mendung


ibu sumarsih adalah juga semua kaum ibu dan keluarga korban
yang teguh di lapang seberang istana

menegakkan aksi kamisan kala hujan atau terik,
terbilang 139 kali, 139 kamis,
jadi mantera, jadi kobar api harap

terbilang : 973 hari lamanya


walau tembok itu masih tetap bisu









jika kami bunga
engkau adalah tembok itu
telah kami sebar biji-biji
suatu saat kami akan tumbuh bersama
dengan keyakinan : engkau akan hancur

(begitu Wiji Thukul)

Karena kami arus kali
Dan kamu batu tanpa hati
Maka air akan mengikis batu

(begitu WS Rendra)

Simak sketsa kata dan gambar berikut ini :

PERJUANGAN SUMARSIH BELUM USAI PERJUANGAN SUMARSIH BELUM USAI
PERJUANGAN SUMARSIH BELUM USAI PERJUANGAN SUMARSIH BELUM USAI


mereka yang hilang hadir disini, mereka yang hilang hadir disini

Ibu-ibu Plaza de Mayo
Ibu-ibu Plaza de Mayo
Ibu-ibu Plaza de Mayo


Dia Masih Terluka
*
Menolak Kejahatan Kebisuan



Berdiam Melawan Lupa



lalu jujur saya malu
untuk kelembekan dan kemanjaanku
ibu sumarsih semoga aku bisa sering singgah mengunjungi

lalu tiba pada helai-helai rambutmu
yang memutih seluruh
lalu tiba mengharum bumi seluruh
di senja kamis itu

sehingga terus tinggal padaku bara, dan terus mencipta api

di tembok istana
di tembok kekuasaan yang bebal dan terkutuk itu

================================

Simak juga

Sinopsis Aksi Kamisan Korban dan Seratus Pernyataan Sikap yang Telah Di keluarkan Aksi Kamisan


Meski Reformasi telah bergulir delapan tahun lamanya, dan penguasa silih berganti dari mulai Habiebie, Gusdur, Megawati, sampai dengan Susilo Bambang Yudohyono, namun keberpihakan pada penegakan HAM, dan keadilan bagi korban belum juga terpenuhi. Dari Sekian banyak tragedi Kemanusiaan yang terjadi; tragedi Peristiwa 65, tragedi Talangsari, tragedi Tanjungpriok, tragedi 27 Juli 1996, tragedi Penculikan, tragedi Trisakti, tragedi Mei 1998, tragedi Semanggi I, tragedi Semanggi II, dan pamungkasnya pembunuhan Munir, seorang yang selama ini bergiat mengadvokasi kasus-kasus tersebut. Di luar itu, tentu saja masih begitu banyak pelanggaran HAM yang tak tersentuh.

Semuanya menggelap karena digelapkan, Negara terus menggelapkan pelakunya, menggelapkan penanggungjawabnya, bahkan Negara menjadi pelaku impunitas terhadap kasus tersebut, dengan terus mengabaikan penuntasannya. Kemauan dan keberanian SBY mestinya mampu menjawab semua soal di atas, sebab peran kunci saat ini ada pada genggamanya. Delapan tahun para korban dan keluarga korban, dengan segala upaya dan daya telah artikulasikan segala asa, rasa, dan tuntutan pada setiap mereka yang berkuasa. Namun kebebalan Negara tak jua tersembuhkan. Terinspirasi dari aksi “Plaza De Mayo” tentang aksi tiap hari selasa, yang di lakukan ibu-ibu yang anak menjadi korban penculikan rezim

* aksi kamisan ini akan menginjak usia 3 tahun pada 18 Januari 2010 besok. mari kita berbondong-bondong memberi dukungan dengan menghadiri kamisan pada momen 3 tahunnya ini....


===============================================================

ini kado bunga untukmu bunda-bunda dan segenap keluarga korban yang tegakkan aksi kamisan......

















Bookmark and Share

2 komentar:

suciwati mengatakan...

aksi kamisan bukan hanya bu sumarsih saja....kami semua bersepakat ini adalah aksi korban pelanggaran ham...tidak menempal satu sosok saja.
senang saya ada yang membuat ini tapi saya tidak mau teman2 korban yang lain jadi sensitif karena hanya disebutkan satu orang saja....
makasih.

suciwati

andreas iswinarto mengatakan...

mbak suciwati dan pendukung aksi korban pelanggaran ham, mohon maaf atas ketidapekaan saya. Walau tak ada niat saya untuk menempal satu sosok saja.

Saya telah melakukan beberapa perubahan untuk menjernihkan artikel pendek ini semoga berkenan.

salam