Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Senin, 25 Januari 2010

Agenda Aksi 28 Januari 2010 Front Perjuangan Rakyat (FPR) : 100 hari SBY-Budiono Tidak Berguna

Brosur Propaganda ini diterbitkan Dalam Rangka Peringatan 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono




***
100 hari SBY-Budiono tidak berguna, Rakyat Indonesia Semakin Sengsara
SBY-Budiono Pemerintahan anti Rakyat
Hentikan Perampasan Upah, Tanah, Pendidikan dan Kerja








Salam Demokrasi,..

Tidak lama lagi Pemerintahan Rezim SBY-Budiono genap 100 hari. Dimana setelah memenangkan pemilu yang tidak berarti bagi rakyat, SBY-Budiono menetapkan program kerja 100 hari dengan menetapkan 15 program rencana unggulan prioritas nya selama 100 hari pemerintahannya.

15 program utama yang telah ditetapkan. Dari program-program tersebut prolem-problem pokok rakyat terkait dengan UPAH, TANAH dan PEKERJAAN sangat jelas belum mendapat tempat, Pemerintah mencoba menghibur dengan seolah-olah berikhtiar Meneggakkan hukum dengan memberatas mafia hukum dan korupsi. namun ilusi itu sama sekali tidak berarti samasekali bagi rakyat, karena terbukti rakyat menjawab dengan aksi protes tanpa henti terhadap pemerintahan SBY-Boediono.

Maka dalam momentum 100 hari pemerintahan Rezim SBY-Budiono ini, FPR telah menyusun satu pandangan, analisis atas pelaksanaan 15 program utama dalam100 hari pemerintahan SBY tersebut. Bahan/tulisan ini adalah hasil dari diskusi-diskusi dan pengupulan fakta dan data oleh Front Perjuangan Rakyat. Berikut adalah uraian pandangan dan sikap FPR atas 100 hari pemerintahan SBY-Budiono.


Perkembangan Situasi Internasional dan Krisis Umum Imperialisme

Kondisi ekonomi internasional yang terjadi saat ini tengah berada dalam situasi yang mematikan akibat kerusakan parah yang menimpa sistem kapitalis monopoli dunia. Produksi, perdagangan dan pembiayaan yang dikembangkan oleh sistem ini secara nyata telah memberikan daya rusak yang luar biasa, tidak hanya secara ekonomi akan tetapi juga bagi penghidupan seluruh umat manusia.

Produksi massal barang berteknologi tinggi demi mendapatkan keuntungan yang besar berakibat pada memusatnya kapital hanya disegelintir kapitalis besar monopoli di negeri imperialis. Produksi tidak terbatas inilah yang kemudian melahirkan adanya persaingan diantara kapitalis monopoli. Disisi lain, proses produksi massal ini akan menghadirkan ketimpangan yag tidak akan terpecahkan. Meskipun kaum imperialis mempunyai kesanggupan untuk memperluas pasarnya seluas mungkin dan juga memproduksi barang sebanyak mungkin, namun persaingan, ketimpangan dan krisis tidak akan dapat terhindarkan.

Produksi yang tidak terbatas tentu saja akan berakibat pada melimpahnya barang hasil produksi. Kondisi seperti ini berkebalikan dengan situasi rakyat diseluruh negeri yang sedang menghadapi sulitnya mendapatkan pekerjaan dan kemiskinan yang makin meluas. Angka pengangguran yang tinggi dan kemiskinan berakibat langsung pada rendahnya daya beli masyarakat. Kenyataan ini akan menghentikan secara paksa produksi massal yang dilakukan oleh kaum imperialisme.

Selengkapnya



Bookmark and Share

0 komentar: