Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Rabu, 20 Januari 2010

Ayo Dukung 6,3 juta Ibu Indonesia Belajar Membaca

YAPPIKA dan Dompet Dhuafa menggalang dukungan publik untuk melatih dan mendampingi para ibu belajar membaca.

Donasi Gerakan Penguatan Perempuan agar Mereka Berdaya

Mampu membaca dan menulis adalah gerbang ilmu dan keberdayaan. Namun, di era milenium ini, ada sebagian rakyat Indonesia khususnya perempuan miskin tidak bisa baca tulis. Data Diknas tahun 2009, terdapat 9,76 juta penduduk usia 15 tahun ke atas masih buta aksara, dimana 64% atau sekitar 6,3 juta di antaranya adalah perempuan. Dukungan layak diberikan kepada para ibu dan calon ibu yang tidak bisa baca tulis ini agar mereka lebih berdaya. YAPPIKA dan Dompet Dhuafa menggalang dukungan publik untuk melatih dan mendampingi para ibu belajar membaca.

Donasi dapat disalurkan ke rekening Bank Mandiri 006.00.0036529.0. a.n. YAPPIKA atau CIMB Niaga 502-01-00026-00-8 a.n. Yayasan Dompet Dhuafa.

Informasi lebih lanjut: Elita (YAPPIKA: 021 – 819 1623, Arlina (Dompet Dhuafa: 021 - 741 6050).

kunjung http://www.yappika.or.id/









Pelatihan Keaksaraan Fungsional "Dari Relawan untuk Relawan"

“Dari Relawan Untuk Relawan”, ini kalimat yang sangat tepat untuk menggambarkan kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh Yappika. Selasa tanggal 5 Januari 2010, Yappika mengadakan pelatihan “Tutor Keaksaraan Fungsional”. Pelatihan ini diadakan dengan maksud untuk membekali relawan yang akan menjadi tutor dalam program pembelajaran Keaksaraan Fungsional bagi perempuan (Ibu).

Program Pembelajaran Keaksaraan Fungsional bagi Perempuan (Ibu) merupakan salah satu program Yappika yang akan diadakan pada tahun 2010 ini. Program ini ingin memberdayakan perempuan khususnya para ibu yang mengalami buta aksara. Kenapa hanya untuk para ibu yang buta aksara? Alasannya karena ibu punya andil besar mendidik anak dalam keluarga. Jika ibunya tidak mempunyai kemampuan yang cukup maka akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Selain itu, jika dilihat dari jumlah angka buta akasara di Indonesia, 64% nya adalah perempuan, yaitu sebanyak 6,3 juta jiwa.

Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional ini merupakan salah satu rangkaian dari program Pembelajaran Keaksaraan Fungsional bagi Perempuan (Ibu). Tutor adalah orang yang membelajarkan atau orang yang memfasilitasi proses pembelajaran di kelompok belajar. Oleh karena itu tutor haruslah diberi pengetahuan terlebih dahulu bagaimana cara membelajarkan atau memfasilitasi warga belajar orangtua yang notabene berbeda dengan mengajar anak-anak.

Pelatihan tutor ini dibagi ke dalam empat sesi, yaitu Definisi Keaksaraan Fungsional, Identifikasi Kebutuhan dan Minat Peserta Didik, Strategi Pembelajaran Keaksaraan Fungsional, dan yang terakhir adalah Penilaian Keaksaraan Fungsional. Seperti tadi yang ditulis di atas, bahwa Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional ini dari relawan dan untuk relawan memang dilakukan. Jadi yang memberikan materi-materi tentang Keaksaraan Fungsional ini adalah relawan yang memang sudah berpengalaman dalam melakukan pembelajaran Keaksaraan Fungsional, baik secara teori maupun prakteknya di lapangan dan membagi ilmunya kepada relawan-relawan lain yang akan menjadi tutor.

Dalam proses Pelatihan Tutor Keaksaraan Fungsional ini tidak hanya materi yang diberikan, tetapi para peserta diajak untuk praktek bagaimana cara mengajar peserta didik nantinya di lapangan. Walaupun pada awalnya malu-malu, namun setelah terbiasa mereka mulai percaya diri. Proses pelatihan tutor ini berjalan lancar sesuai dengan rencana. Para peserta pelatihan pun menilai pelatihan ini menyenangkan karena yang mengajar teman-temannya sendiri dan lebih mudah dipahami.(TUTU)

Sumber : www.yappika.or.id


Bookmark and Share

0 komentar: