Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Kamis, 14 Januari 2010

Catatan Teten Masduki Atas Buku Membongkar Gurita Cikeas

“George Aditjondro tidak pernah lelah memetakan relasi patronase politik dan bisnis di tanah air dari satu rezim ke rezim yang lain. Spirit ini hanya dimiliki oleh mereka yang betul-betul memahami bagaimana bahayanya state capture yang menghisap perekonomian kita. Fenomena ini bukan khas Indonesia saja, yang sekarang mungkin juga tidak dalam tingkat predatory corruption di era Soeharto, bisa juga terjadi di negara demokrasi maju sekali-pun. Hanya memang harus terus diperangi, dan jangan sampai membangun kleptokrasi, supaya betul-betul sumber daya ekonomi nasional dinikmati oleh rakyat banyak”.

Teten Masduki – Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia

(sumber : sampul buku MEMBONGKAR GURITA CIKEAS)



Bookmark and Share

0 komentar: