Dari Membongkar Gurita Cikeas Hingga Asian Godfathers
Terkait reputasi George Aditjondro dalam membongkar jaringan patronase politik dan bisnis, terakhir melalui bukunya "Membongkar Gurita Cikeas", Teten Masduki – Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia menyatakan “George Aditjondro tidak pernah lelah memetakan relasi patronase politik dan bisnis di tanah air dari satu rezim ke rezim yang lain. Spirit ini hanya dimiliki oleh mereka yang betul-betul memahami bagaimana bahayanya state capture yang menghisap perekonomian kita. Fenomena ini bukan khas Indonesia saja, yang sekarang mungkin juga tidak dalam tingkat predatory corruption di era Soeharto, bisa juga terjadi di negara demokrasi maju sekali-pun. Hanya memang harus terus diperangi, dan jangan sampai membangun kleptokrasi, supaya betul-betul sumber daya ekonomi nasional dinikmati oleh rakyat banyak”.
Sementara dalam artikelnya "Gurita Cikeas" dan Jejaring Korupsi di harian Kompas Arianto menuliskan "Merujuk karya sosiolog William J Chambliss tentang jaringan kriminal (On the Take: From Petty Croocks to Presidents), GJA (George Junus Aditjondro) mengembangkan teori ”jejaring korupsi”, dengan aktor beragam: dari politisi, pengusaha, aparat militer, penegak hukum, pengacara, ilmuwan, wartawan, sampai preman.
Relasi patronase politik dan bisnis atau (teori) jejaring korupsi yang dikembangkan oleh George Aditjondro nampaknya tipikal terjadi sejak jaman Presiden Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid hingga Megawati.
Nampaknya ini tipikal pula terjadi di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Asia Tenggara pada umumnya.
Paling tidak inilah yang terbersit di benak saya, saat menimbang-nimbang untuk membeli buku Asia Goodfathers : Menguak Tabir Perselingkuhan Pengusaha dan Penguasa karangan Joe Sudwell.
Maka tanpa ragu akhirnya saya membeli Asian Godfather yang sudah terbit tiga edisi, cetakan 1 Maret 2009, Cetakan ke 2nya April 2009, dan terakhir edisi 3-nya Januari 2010.
Ini bakal melengkapi karya-karya George yang membedah praktek KKN dan jaringan di seputar kepresidenan. Dari Presiden Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Sukarnoputri, hingga SBY. Walau dalam Asian Godfather lebih menyoroti potret diri dan lakon bisnis para cukong. Godfather ini cukong atau bandit ya?
* memang rada telat sih, wong sudah nengok hebohnya sepintas di beberapa milis sejak tahun lalu.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








0 komentar:
Poskan Komentar