Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Minggu, 31 Januari 2010

ICW Menonjol Karena Hasil-hasil Riset, Investigasi dan Kajian Korupsinya

”Saat kami merilis adanya dugaan korupsi di suatu instansi, kami menggunakan data resmi atau data dari sumber lain yang sudah diverifikasi. Sebelum dikeluarkan pun, kami sudah membicarakan secara internal kelembagaan. Kami memiliki standar analisis,” (Illian Deta Arta Sari kepada Kompas).

Menurut saya ICW bisa dijadikan contoh bahkan teladan tentang bagaimana sebuah lembaga advokasi membekali dirinya dengan riset, kajian, analisis dengan standar yang ketat untuk menjaga kredibilitas lembaga sekaligus memperkuat posisi tawarnya dalam mendesakkan perubahan kebijakan, dalam hal ini pemberantasan korupsi.

Pernyataan yang disampaikan Illian di awal artikel ini, hanyalah gambaran sederhana tentang prosedur kerja atau dalam bahasa manajemennya ‘standar operation procedure’ yang dipraktekan di ICW.

Walau demikian tentunya tetap saja ada resiko bahwa mereka akan menuai gugatan perdata atau pidana. Barangkali anda masih ingat bulan Oktober lalu dua penggiat ICW, Emerson Yuntho dan Illian Deta Arta Sari, mendapat surat panggilan dari kepolisian sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Kejaksaan Agung. Ini berawal dari pernyataan ICW yang mempertanyakan pengelolaan uang pengganti senilai Rp 7 triliun oleh Kejaksaan Agung. Data itu sendiri sebenarnya bersumber dari hasil Laporan Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan.*

Demikian pula di tahun 2005, Fahmi Badoh dan beberapa kawan dipanggil polisi atas laporan pencemaran nama baik anggota DPR, AM Fatwa. Hal ini berulang setahun kemudian Fahmi kembali dihadapkan tuduhan pencemaran nama baik anggota DPR lainnya, Akil Mochtar.*

* Informasi tentang gugatan pencemaran nama baik dari berita Kompas “Yang Muda, Kritis, dan Tersangka” Kompas Sabtu, 17 Oktober 2009

Dalam bentuk lain kajian ICW juga sempat mendapatkan perlawanan, misal saja bantahan yang diberikan oleh Mahkamah Agung belum lama ini terhadap hasil pemantauan ICW terkait Pemantauan Perkara Korupsi yang diputus oleh Pengadilan selama 2009. Terkait pemantauan ini ICW melansir pernyataan “BURUK RUPA WAJAH PENGADILAN : 224 terdakwa korupsi dibebaskan dan 16 koruptor di hukum percobaan pada tahun 2009”. MA menyatakan : “Menolak dan membantah tegas data yang disampaikan ICW". Bahkan secara berulang mengatakan data tersebut tidak valid” (Surat MA No. 02/S.Kel/Bua.6/Hs/I/2010). ICW pun terus melaju dengan melaporkan 106 hakim ke Komisi Yudisial terkait Vonis Bebas/Lepas Kasus Korupsi di Pengadilan Umum Sepanjang Tahun 2009



Berikut adalah kompilasi hasil riset, survey dan kajian ICW yang dipublikasikan sepanjang bulan Desember 2009 – Januari 2010. Bila tidak ada kesalahan saya mencatat total ada 12 buah, baik berupa hasil kajian, pemantauan hingga survey. Inilah penggalan kinerja hebat 22 penggiatnya, yang rata-rata lulusan UGM, ITB, UNS, Undip, dan UNJ. Mereka bekerja dengan honorarium Rp 1,5 juta-Rp 5,5 juta per bulan. “Yang Muda, Kritis dan Tersangka” demikian Kompas menuliskannya. Catatan menarik lainnya banyak aktifis ICW juga adalah penulis artikel opini yang produktif di media massa diantaranya Emerson Yuntho, Adnan Topan Husodo, Febri Diansyah dan tentunya Danang Widoyoko.

Salute!!!!

Data Riset dan Kajian ICW yang dipublikasikan sepanjang Desember 2009 – Januari 2010 :


100 Hari SBY: Pemberantasan Korupsi Terjebak "Politik Kosmetik"

Outlook Pemberantasan Korupsi Bidang Penegakan Hukum Tahun 2010 : Macan Ompong Pemberantasan Korupsi

Politik Pelemahan KPK di Era Presiden SBY

Pemantuan Penanganan Perkara Korupsi yang Ditangani Kejaksaan - Trend Korupsi Daerah : Rp. 215.57 Miliar Dana Bansos Dikorupsi.

Pemantauan Perkara Korupsi yang diputus oleh Pengadilan selama 2009 - BURUK RUPA WAJAH PENGADILAN : 224 terdakwa korupsi dibebaskan dan 16 koruptor di hukum percobaan pada tahun 2009-

baca juga ICW Laporkan 106 Hakim ke Komisi Yudisial

Public Accountability Review – Indonesia Corruption Watch - ”KAJIAN POTENSI-POTENSI KORUPSI PILKADA”

Public Accountabilty Report : Pola Korupsi Dana Alokasi Khusus Sektor Pendidikan

Hasil Survey CRC (Citizen Report Card) ICW, 2009 : Rumah Sakit Belum Berpihak Pada Pasien Miskin

sebagai lampiran
Press Release ICW : 67 % pasien miskin keluhkan pelayanan Rumah Sakit -

Hasil Survey CRC (Citizen Report Card) ICW, 2009 : Studi Kebijakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)- Pengambilalihan Pengelolaan Jamkesmas oleh Kementerian Kesehatan yang Illegal.

Penyimpangan Pengelolaan Listrik Pada PLN

Laporan Dugaan Korupsi Penyimpangan Penggunaan Sisa Dana KBRI Bangkok Tahun Angara n 2008

Daftar Kasus Korupsi – Perbankan yang menarik Perhatian Publik

sebagai lampiran
Press Release: Indonesia Corruption Watch
Usut Penyelewenangan Kekuasaan dan Mafia Perbankan dibalik Skandal Century


Bookmark and Share

2 komentar:

Lambang 212° mengatakan...

Boss, ada sedikit saran. Bagaimana kalau warnanya diganti background cerah dan warna font gelap. Warna font biru background hitam sangat menyakitkan mata untuk dibaca. Lagipula blog ini kan bukan blog spiritual, paranormal, hackers, crackers, atau games, jadi tidak perlu menggunakan background hitam. Kalau Anda amati mulai dari CNN sampai Kompas, semua menggunakan background putih. Warna netral untuk jurnalistik.
Just my opinion.

Keep posting!

Opps, ternyata di-moderasi juga komennya.

andreas iswinarto mengatakan...

terima kasih sarannya. kebetulan juga sudah beberapa kawan mempunyai saran yang sama. akan mengarah kesana