sobat bagi anda yang suka menulis fiksi ataupun non-fiksi entah prosa maupun puisi melalui social network facebook atau blog dll, atau untuk penulisan propaganda/kampanye kami memilki lebih dari 1000 gambar/lukisan digital yang bisa anda gunakan untuk ilustrasi karya-karya anda. rasanya akan lebih elok bila tulisan anda diperindah/diperkuat dengan ilustrasi ini. tentunya jangan lupa cantumkan link atau urlnya (galeri rupa lentera di atas bukit), dan pastinya diluar untuk tujuan komersial atau diperjualkan belikan. tabik andre


Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit



Minggu, 28 Februari 2010

Daftar Buku Yang Dilarang (Bredel Buku) dari Masa ke Masa – Karya Pramoedya Ananta Toer Paling Banyak Dilarang

Masa Kolonial, Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi – Dok. Viva News

DAFTAR PELARANGAN BUKU 1968-1998 – Dok. Jaringaan Kerja Budaya

Tidak ada lagi batas untuk berpengetahuan, kecuali kepicikan itu sendiri!


BUKU-BUKU PRAMOEDYA ANANTA TOER YANG DILARANG 1965-1995

Disalin dari http://lawanpelaranganbuku.blogspot.com/

Pramoedya Ananta Toer mungkin pengarang Indonesia yang paling banyak dilarang karyanya selama dua orde di masa kemerdekaan. Pada 1962 karyanya Hoa Kiau di Indonesia dinyatakan terlarang oleh penguasa perang,dan dirinya disekapdi penjara selama hampir setahun. Masalah ras pada saat itu ramai dibicarakan, terutama setelah dikeluarkannya peraturan pemerintah yang mengatur masalah keturunan Tionghoa di Indonesia dan pelarangan buku itu tidak lepas dari pertentangan pendapat yang terjadi. Menyusul peristiwa 30 September 1965, karya-karya Pramoedya juga menjadi korban pelarangan massal oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan.


Berikut karya-karya Pramoedya yang dilarang pada 1965-1995:
1965
1. Subuh, Jakarta: Balai Pustaka, 1950 (Instruksi Menteri PD&K)
2. Pertjikan Revolusi, Jakarta: Balai Pustaka, 1951 (SK No. 1381/1965)
3. Keluarga Gerilya, Jakarta: Gapura
4. Mereka yang Dilumpuhkan, Jakarta
5. Ditepi Kali Bekasi, Jakarta: Gapura
6. Bukan Pasar Malam, Jakarta: Balai Pustaka, 1951
7. Tjeritera dari Blora, Jakarta: Nusantara, 1954
8. Gulat di Jakarta, Jakarta: Grafika, 1957
9. Tjeritera Tjalon Arang, Jakarta: Balai Pustaka, 1957
10. Sekali Peristiwa di Banten Selatan, Jakarta: Djawatan Penempatan Tenaga Kerja, PUT
11. Panggil Aku Kartini Sadja, Djilid I, Jakarta: Nusantara, 1962
12. Panggil Aku Kartini Sadja, Djilid II, Jakarta: Nusantara, 1962
13. Hoa Kiau di Indonesia, Jakarta: Nusantara, 1962

1981
14. Bumi Manusia, Jakarta: Hasta Mitra, 1980 (SK No. Kep-052/JA/5/1981)
15. Anak Semua Bangsa, Jakarta: Hasta Mitra, 1981

1986
16. Jejak Langkah, Jakarta: Hasta Mitra, 1985 (SK No. Kep-036/JA/5/1986)
17. Sang Pemula, Jakarta: Hasta Mitra, 1985

1988
18. Rumah Kaca, Jakarta: Hasta Mitra, 1988 (SK No. Kep-061/JA/1988)
19. Gadis Pantai, Jakarta: Hasta Mitra, 1988
20. Mukti, Hikayat Siti Mariah, (penyunting Pramoedya Ananta Toer) Jakarta: hasta Mitra, 1988 (SK No. Kep-081/JA/8/1988)

1995
21. Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, Jakarta: Lentera, 195522. Memoar Oei Tjoe Tat (penyunting Pramoedya Ananta Toer dan Stanley), Jakarta: hasta Mitra
(sumber: dokumentasi Jaringan Kerja Budaya)



simak juga

Pengajuan Permohonan Pengujian UU No. 4/PNPS/1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang Isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum terhadap
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945




Poster Kampanye Lawan Pelarangan Buku

Tidak ada lagi batas untuk berpengetahuan, kecuali kepicikan itu sendiri!

http://www.facebook.com/pages/Lawan-Pelarangan-Buku/260865590344

http://lawanpelaranganbuku.blogspot.com/

























Bookmark and Share

0 komentar: