DI antara semua film yang diputar pada Festival Film Hak Asasi Manusia di Jenewa, Burma VJ mendapat tempat istimewa karena menjadi bagian dari Geneva Summit for Human Rights. Film ini mempresentasikan kekuatan penyampaian pesan yang luar biasa mengenai hak asasi manusia. Banyak pihak berpendapat, apabila The Cove, film tentang pembantaian lumba-lumba di Jepang besutan Louis Phisoyos, memenangi Oscar untuk film dokumenter, Burma VJ pantas mendapat Oscar untuk film dokumenter hak asasi….
Film Burma VJ bercerita tentang perjuangan hak asasi manusia dengan penyiaran televisi gerilya yang dikenal sebagai Democratic Voice of Burma (DVB). Siaran ini berpusat jauh dari Burma, tepatnya di Oslo, Norwegia. Di sana, file digital hasil pengambilan gambar para jurnalis video (VJ) yang telah menempuh risiko diolah untuk disiarkan via satelit ke berbagai penjuru dunia, dan Burma terutama.
Catatan pembuka film ini menunjukkan risiko itu. Beberapa adegan direkonstruksi agar tempat, wajah, dan beberapa fakta tak bisa dikenali untuk melindungi para VJ yang terlibat. Perubahan dilakukan dengan supervisi para pelakunya dan membuka peluang pula bagi Anders Ostergaard, sang sutradara, untuk membingkai film ini dan menempatkan posisi naratornya yang disebut dengan "Joshua".
Dipetik dari Gambar Berguncang Mengejutkan Dunia ; Majalah Tempo 13 Juni 2010-06-07
selengkapnya

Simak BURMA VJ








1 komentar:
no wonder, if it called "this video that shocked the world"
Poskan Komentar