Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Rabu, 17 November 2010

Biografi Politik Musso, Peristiwa 1926 dan Peristiwa Madiun

Liputan Khusus Tempo : Musso - Si Merah di Simpang Republik

Radikal Kiri si Bocah Alim, Guru Politik Sang Proklamator, Pengkhianatan di Singapura, Bangkit Setelah Mati Suri, Bersuara dari Rusia, Kaum Merah dari Bawah Tanah, Titah Berujung di Madiun, Kembalinya Sang Komunis Tua, Meniti Jalan Radikal, Suatu Malam di Proklamasi, Mitos di Amerika di Kaki Lawu, Laga Pengalih Sebelum Madiun, Melawan Hingga Akhir Hayat, Soemarsono : Kami Tidak Memberontak, Misteri Surat untuk Soekarno-Hatta, Sapu Bersih Pasca Madiun, Hatta Kambing Hitam Madiun, Lunglai di Rawa Klambu, Tiga di Lepas demi Revolusi, Djalan Baru yang Kandas , Jalan Berliku Tuan Mussotte dst

TIM LIPUTAN KHUSUS MUSSO
Penanggungjawab: Budi Setyarso Kepala Proyek: Wahyu Dhyatmik Penyunting: Toriq Hadad, Wahyu Muryadi, Arif Zulkifli, Budi Setyarso, Muhammad Taufiqurohman, Idrus F. Shahab, Purwanto Setiadi, L.R. Baskoro, Amarzan Loebis, Bina Bektiati, Nugroho Dewanto, Seno Joko Suyono, Wahyu Dhyatmika, Setri Yasra Penulis: Wahyu Dhyatmika, Setri Yasra, Sunudyantoro, Dwidjo U. Maksum, Oktamandjaya Wiguna, Purwani Diyah Prabandari, Widiarsih Agustina, Yandhrie Arvian, Yandi M. Rofiyandi, Ramidi, Sapto Pradityo, Budi Riza, Ignatius Yophiandi Kurniawan, Muchamad Nafi, Anton

baca juga E-Book Jalan Baru Untuk Republik Indonesia - Musso (1948)

Simak pula : Tan Malaka, M. Natsir, Mohammad Hatta, DN Aidit, Amir Sjarifudin, Sutan Sjahrir, Njoto, Untung, Sjam Kamaruzaman






SI MERAH DI SIMPANG REPUBLIK


Radikal Kiri Si Bocah Alim
Musso kecil rajin mengaji. Berkenalan dengan gagasan kiri setelah bersekolah di kota.


Guru Politik Sang Proklamator

Pengkhianatan di Singapura
Musso mengebiri penolakan Tan Malaka atas rencana pemberontakan 1926. Stalin marah dan tak setuju.


Bangkit Setelah Mati Suri
Partai Komunis Indonesia lumpuh pascapemberontakan 1926. Upaya menghidupkannya kembali terus dilakukan.


Bersuara dari Rusia
Musso menyelamatkan diri ke Rusia. Di sana dia aktif dalam berbagai kegiatan gerakan komunisme di bawah pimpinan Joseph Stalin.






Kaum Merah dari Bawah Tanah
Musso kembali ke Indonesia pada 1935 untuk membangkitkan gerakan komunis yang tercerai-berai. Berhasil menarik Amir Sjarifoeddin.



Kembalinya Sang Komunis Tua
Kepulangan Musso mengubah peta politik nasional. Kekuatan kaum komunis mengkristal di belakangnya.


Meniti Jalan Radikal
Musso mengubah strategi gerakan komunis Indonesia yang semula lunak menjadi radikal. Unjuk gigi dengan menggelar rapat akbar di Yogyakarta.


Sebulan Bersama Oude Heer
Di bawah pengaruh Musso, Partai Komunis Indonesia muncul kembali.Tak solid sejak awal.


Suatu Malam di Proklamasi 56
Perjanjian Renville mengantarkan kejatuhan kabinet Amir Sjarifoeddin. Kelompok kiri mulai terpinggirkan.


Mitos Amerika di Kaki Lawu
PKI percaya bahwa Amerika ikut membantu melenyapkan kaum kiri. Minim bukti, meski Amerika mendekati Sukarno dan Hatta.






Laga Pengalih Sebelum Madiun
Hijrah pasukan Siliwangi dan Program Reorganisasi-Rasionalisasi tentara kabinet Hatta memicu aksi provokasi dan clash antarkesatuan di Solo. Perang pemanasan sebelum Madiun.


Setelah Pistol Menyalak Tiga Kali
Soemarsono memimpin laskar kiri menyerang polisi dan tentara Siliwangi. Mengklaim didukung pemimpin tentara di Jawa Timur.


Soemarsono:
Kami Tidak Memberontak


Misteri Surat untuk Sukarno-Hatta

Sapu Bersih Pasca-Madiun
Peristiwa Madiun meletus, tokoh PKI di Yogyakarta ditangkap. Operasi penumpasan hanya dalam semalam.


Proklamasi Dini di Madiun
Musso melantik gubernur militer. PKI menolak tudingan melakukan pemberontakan.


Hatta Kambing Hitam Madiun

Lunglai di Rawa Klambu
Perjalanan tentara merah menyingkir dari Madiun. Dua bulan menembus hutan dan rawa di antara desing peluru. Berakhir dengan eksekusi mati di Ngalihan.


Tiga Dilepas demi Revolusi
Putranya di Indonesia dititipkan ke petani saat Musso jadi buron Belanda. Di Rusia, putrinya menjadi aktivis Gerakan Buruh Internasional. Mereka bangga menjadi anak Musso.


Djalan Baru yang Kandas
Kegagalan aksi PKI 1948 di Madiun berujung dibantainya ribuan pengikutnya. Djalan Baru Musso akhirnya kalah.


Jalan Berliku Tuan Mussotte
Bonnie Triyana




Bookmark and Share

2 komentar:

Yogi M mengatakan...

Artikel dan blognya bagus juga, komentar juga ya ke blog saya www.infonotesharian.blogspot.com

Bangkit! mengatakan...

tergoda buat membaca semuanya. materi isi blognya, menarik.