Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Sabtu, 20 November 2010

Kikin Komalasari, Sumiati....Tentang Makna Lencana Merah Putih Pada Seragam TKW?

RATIFIKASI KONVENSI BURUH MIGRAN SEKARANG JUGA!, Petunjuk Teknis Ratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (1990)


sawah hijau royo-royo adalah kenangan. kini panen puso terus menerus karena bencana negeri ini (banjir, kemarau, hama), usaha tani tekor (harga panenan rendah sementara asupan pertanian membumbung tinggi), dan perampasan tanah,upah, kerja oleh estate-estate atau cukong tambun dengan lindungan bedil atau tidak. tkw menjadi pilihan terpaksa. bersiap ke negeri antah berantah atau negeri gurun yang asing, tanpa perlindungan negara yang memadai. bersiap dengan kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikis. diperlakukan seperti setengah manusia, setengah budak. serta pengguntingan upah yang kejam oleh majikan, birokrasi negeri (kelas teri) dan perusahaan pengerah tenaga kerja nakal. terhangat siksa dan kekerasan majikan yang sangat keji dialami SUMIATI, bahkan kekerasan telah menggunting nyawa KIKIN KOMALASARI.









omong kosong itu pejabat yang ngoceh tentang pahlawan devisa.

tapi mereka sungguh pahlawan itu, perempuan-perempuan tangguh

matahari bagi anak dan keluarga mereka, degup jantung ekonomi kampung-kampung miskin. kampung halaman

maka untukmu persembahan rangkai bunga terindah .......


tapi kau penguasa yang bebal, abai dan khianat (meminjam wiji thukul, tembok dan bunga),

Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

===================================

Dalam catatan Migrant Care, sepanjang tahun ini terdapat 5.636 kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami TKI di luar negeri.

DIPLOMASI dalam hal melindungi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di luar negeri pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai paling lemah jika dibandingkan dengan masa presiden-presiden sebelumnya.

Ketidaktegasan pemerintah dalam berdiplomasi itu juga berkontribusi signifikan atas berulangnya kasus penyiksaan dan kematian TKI.


(Media Indonesia.com - Diplomasi soal TKI, Era Yudhoyono Terlemah)

========================




WATCH UP!

Prahara PRT, Negeri Sendiri Tak Lebih Baik Dibanding Negeri Orang (detiknews)





17.11.2010. Kanvas (35x25cm), Mix Cat Minyak dan Arkrilik plus Perban, Buntelan Koran, Gunting, Paku, Beras, Selasih, Oregano, Jinten. Pemotretan dengan variasi pencahayaan menggunakan 3 bohlam warna-warni (merah, hijau dan merah), 2 buah senter, cahaya kamar (2 kamar berbeda). Selanjutnya diolah dengan program Microsoft Office Picture Manager. Total kerja kreatif ini menghasilan 50 buah replikasi karya rupa digital (atau foto grafika)


Bookmark and Share

0 komentar: