sobat bagi anda yang suka menulis fiksi ataupun non-fiksi entah prosa maupun puisi melalui social network facebook atau blog dll, atau untuk penulisan propaganda/kampanye kami memilki lebih dari 1000 gambar/lukisan digital yang bisa anda gunakan untuk ilustrasi karya-karya anda. rasanya akan lebih elok bila tulisan anda diperindah/diperkuat dengan ilustrasi ini. tentunya jangan lupa cantumkan link atau urlnya (galeri rupa lentera di atas bukit), dan pastinya diluar untuk tujuan komersial atau diperjualkan belikan. tabik andre


Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit



Rabu, 23 Juni 2010

Burma VJ, Film Dokumenter Tentang Perjuangan HAM Berkualitas Oscar

Inilah film tentang fenomena perjuangan hak asasi manusia dengan penyiaran televisi gerilya.

DI antara semua film yang diputar pada Festival Film Hak Asasi Manusia di Jenewa, Burma VJ mendapat tempat istimewa karena menjadi bagian dari Geneva Summit for Human Rights. Film ini mempresentasikan kekuatan penyampaian pesan yang luar biasa mengenai hak asasi manusia. Banyak pihak berpendapat, apabila The Cove, film tentang pembantaian lumba-lumba di Jepang besutan Louis Phisoyos, memenangi Oscar untuk film dokumenter, Burma VJ pantas mendapat Oscar untuk film dokumenter hak asasi….

Film Burma VJ bercerita tentang perjuangan hak asasi manusia dengan penyiaran televisi gerilya yang dikenal sebagai Democratic Voice of Burma (DVB). Siaran ini berpusat jauh dari Burma, tepatnya di Oslo, Norwegia. Di sana, file digital hasil pengambilan gambar para jurnalis video (VJ) yang telah menempuh risiko diolah untuk disiarkan via satelit ke berbagai penjuru dunia, dan Burma terutama.

Catatan pembuka film ini menunjukkan risiko itu. Beberapa adegan direkonstruksi agar tempat, wajah, dan beberapa fakta tak bisa dikenali untuk melindungi para VJ yang terlibat. Perubahan dilakukan dengan supervisi para pelakunya dan membuka peluang pula bagi Anders Ostergaard, sang sutradara, untuk membingkai film ini dan menempatkan posisi naratornya yang disebut dengan "Joshua".


Dipetik dari Gambar Berguncang Mengejutkan Dunia ; Majalah Tempo 13 Juni 2010-06-07
selengkapnya





Simak BURMA VJ












































Bookmark and Share

Meditasi Cahaya dan Mari Bermain Warna



















Bookmark and Share

Jumat, 18 Juni 2010

Lukisan Cahaya - Seri 3


menanti kelahiran


grafik keresahan


pagar kawat berduri


camar terbang ke timur


biota laut


jenazah yusniar bersinar


lomba


parade penjor


kristal cahaya di perbukitan


Seri 1 selengkapnya

Seri 2 selengkapnya



Bookmark and Share

Lukisan Cahaya – Seri 2


menanti kelahiran


grafik keresahan



pagar kawat berduri



camar terbang ke timur



biota laut



jenazah yusniar bersinar



lomba



parade penjor



kristal cahaya di perbukitan


Seri 1 selengkapnya

Seri 3 selengkapnya


Bookmark and Share

Lukisan Cahaya - Seri 1


menanti kelahiran


grafik keresahan


pagar kawat berduri


camar terbang ke timur


biota laut


jenazah yusniar bersinar


lomba


parade penjor


kristal cahaya di perbukitan


Seri 2 selengkapnya

Seri 3 selengkapnya


Bookmark and Share

Biru Beku di Gunung Batu

alam raya jadi beku

dan gunung batu jadi kemilau wadas
angin pun desing mendesing seperti bilah-bilah pisau

tapi membawa nikmat dan bahagia bahagia



















simak juga

Meditasi Gunung Batu dan Alam Raya
Melukis Merahnya Gunung Batu


========================================================
Jejak Langkah Menjadi Indonesia : Gagasan adalah Senjata
20 teks dari 100 teks pilihan Tempo mulai tahun 1908 yang dianggap paling berpengaruh dan memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan : Di Bawah Bendera Revolusi (Soekarno), Madilog, Massa Actie (Tan Malaka), Tetralogi Buru, Di Tepi Kali Bekasi (Pramoedya), Demokrasi Kita (Hatta), Perjuangan Kita (Sjahrir), Koran Medan Priyayi (Tirto), Habis Gelap Terbitlah Terang (Kartini), Nationalism and Revolution in Indonesia (Kahin), Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia: Studi Sosio-Legal atas Konstituante 1956-1959 (Buyung), Catatan Seorang Demonstran (Soe Hok Gie), Pergolakan Pemikiran Islam (A Wahib), Catatan Subversif (Lubis), Aku Ingin Jadi Peluru (Thukul), Burung-burung Manyar (Mangunwijaya), Potret Pembangunan Dalam Puisi (WS Rendra).

Apa saja teks-teks lainnya dan bagaimana ulasannya?

catatan kritis lentera plus link-link ulasan tim tempo dan sejumlah pakar disini
Imaji Indonesia
=======================================================



Bookmark and Share

Kamis, 17 Juni 2010

SURAT KE KAPOLRI untuk KASUS KUANSING RIAU (Respon Tim Advokasi Nasional)

SOLIDARITAS UNTUK PETANI RIAU
Jln. Tegalparang Utara No.14 Mampang Jakarta Selatan Telp 021-79193363


Jakarta, 10 Juni 2010

Nomor : Istimewa
Lamp : Kronologis dan Pernyataan Pers
Hal : Pengaduan Kasus Pembunuhan Petani di Kuansing, Riau


Kepada Yth
Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri
Jl. Trunojoyo No. 3 Jakarta Selatan


Dengan hormat,
Kami masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Petani Riau dengan ini menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas tragedi penembakan dan menyebabkan matinya seorang petani, Ibu Yuniar (45) warga Desa Koto Cengar Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Sengingi (Kuansing) Propinsi Riau.

Pendekatan kekerasan dan militeristik, dengan pengerahan satuan elit seperti Brigade Mobil (BRIMOB), dalam penanganan konflik agraria dan pengelolaan sumberdaya alam (PSDA), seperti yang ditunjukan dalam penanganan kasus petani di Riau pada Selasa, 8 Juni 2010, menunjukan reformasi di tubuh POLRI, masih belum efektif di lapangan.

Kami mencatat dalam satu semester tahun 2010 ini pola milisteristik dan pendekatan kekerasan POLRI, khususnya dalam konflik di perkebunan kelapa sawit, telah menyebabkan 64 orang petani ditangkap, serta seorang meninggal (lihat lampiran press release). Polisi dalam beagam konflik tersebut tidak menjadi bagian integral dalam upaya penyelesaian konflik, namun lebih condong memihak kepentingan pengusaha/pemodal besar perkebunan sawit.

Kami meminta Bapak Kapolri untuk secara lebih serius dan tegas mengevaluasi pola pendekatan militeristik dalam penangana konflik agraria dan PSDA ini, dan menjadikan POLRI sebagai bagian integral dari upaya resolusi konflik, bukan bagian dari memperburuk situasi konflik itu sendiri. Pemihakan pada kepentingan masyarakat, khususnya petani miskin, yang berjuang menegakan keadilan lingkungan hidup dan PSDA, semestinya menjadi perhatian POLRI secara institusi pada seluruh level kepolisian.

Kami juga mendesak agar dilakukan penghukuman yang tegas pada aparat yang melakukan penembakan brutal pada petani di Riau. Secara khusus, kami meminta agar kasus di Riau ini bisa menjadi bahan evaluasi serius, untuk perubahan secara mendasar terkait pola penanganan massa-aksi di lapangan oleh polisi, khususnya yang terkait dengan konflik agraria dan PSDA. Kami menunggu informasi dan tindakan nyata di lapangan. Kami siap bekerjasama untuk berbagi informasi, data, dan hal-hal lain terkait dengan pengaduan ini.

Demikian kami sampaikan untuk dapat diperiksa. Terima kasih atas perhatian Bapak.

Hormat kami,


Solidaritas untuk Petani Riau


TTD

Mukri Friatna
Koordinator


Anggota: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sarekat Hijau Indonesia (SHI), Sawit Watch, KontraS, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Aliansi Petani Indonesia (API), Serikat Petani Indonesia (SPI), PRP, PBHI, IMPARSIAL, LMND, PEBEBASAN, Perempuan Mahardika, PERGERAKAN Bandung, Institute Global Justice (IGJ), Serikat Pekerja Hukum Progresif (SPHP).



*) Surat ini sudah dikirim ke Mabes Polri, juga disampaikan aliansi bersama pengaduan 2 wakil korban petani dari Kuansing pada Propam Mabes POLRI, dan disampaikan dalam konfrensi pers bersama di press room Mabes Polri.




Bookmark and Share

Say No! TOLAK Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Banten





Sarekat Hijau Indonesia Tangerang mengundang anda bergabung di groups facebook berikut Say No! Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Banten



Bookmark and Share

Meditasi Gunung Batu dan Alam Raya

Maksud hati memvisualkan puisi-puisi alam penyair Cina klasik

Seri 1-3 Meditasi Gunung Batu dan Alam Raya




















kunjung juga
Melukis Merahnya Gunung Batu
Merahnya Senja di Gunung Batu dan Resah yang Juga Membatu

Biru Beku di Gunung Batu



Bookmark and Share