upik buyung gugat! hom pi pah layung gambreng, taman-taman kota, taman-taman bermain untuk kami. (‘dolanan anak gugat’ : reclaim the wall, reclaim the street, reclaim your brain!)

jutaan anak ingusan, kurang gizi dan sekolahan (tapi tak kurang akalnya, tak kurang tangguhnya) telah mengambil alih ruang-ruang publik. atap-atap kereta, teti-tepi rel, tepi-tepi sungai, pasar, jalan raya, kolong tol, pelataran mall serta gedung kantor mentereng dan seluruh bagian kota adalah taman bermainnya sambil bertarung dengan kitab hukum penguasa dan tramtib. silent reclaiming. berlawan sambil bermain, bermain sambil berlawan! selengkapnya

jangan hancurkan pelangi belia itu dengan duka luka oleh karena ketamakan kalian! jangan gugurkan bunga wangi semerbak warna dengan duka luka oleh karena kebohongan/ tipu daya kalian! ciptakan taman bermain dan belajar penuh kasih dan damai untuk anak-anak Indonesia (serial ini terdiri dari 8 rangkaian gambar, cemerlang pelangi hingga duka luka yang mengeras) selengkapnya
Bayi Ini Kelak Hanya Memimpikan Indonesia Nyaman dan Penuh Warna sebagai Taman Bermainnya. Taman Bermain yang menumbuhkan perdamaian, persaudaraan, toleransi, solidaritas, kolektifitas serta mampu menciptakan keadilan, kesejahteraan dan lingkungan serta alam yang sehat lestari. Tapi Indonesia hari ini tak ubahnya sebagai ladang ‘pembantaian’, kebijakan, rezim dan sistim yang busuk sungguh membunuh rakyatnya. Kemiskinan, kelaparan, bencana lingkungan, buruknya pelayanan kesehatan, petani yang ditembaki, tkw yang dibunuh majikan, kriminalitas, terorisme hingga penghancurkan martabat dan harga diri.
Tapi sesungguhnya bila rakyat yang beragam warna (ras, suku, agama dan keyakinan bahkan bangsa) bangkit kesadarannya, bangkit semangat juangnya, bangkit persatuannya, bangkit organisasinya, Rujak dan Gado-gado Merah Putih mampu menjadi negara bermartabat, dihormati dan mampu memimpin bangsa-bangsa untuk menegakan kemerdekaan, kedaulatan, keadilan, kesejahteran dan pada akhirnya perdamaian dunia. Alih-alih Indonesia kini yang dipimpin oleh penguasa dan rezim yang bermental kuli di hadapan tuan-tuan modal dan bermental tuan bagi rakyatnya di sisi lain. Selengkapnya
simak juga
Menunggu Aba-aba : Bayi Bertato, Kepompong dan Pisau Sangkur
[MOHON DUKUNGANNYA. SHARING,TAGGING,SUGGESTING to FRIENDS & KEEP FIGHTING PLEASE] - hingga hari ini page galeri rupa lentera di atas bukit (kerja.pembebasan) telah mempublikasikan 704 dari 1000 karya yg direncanakan u.serial kampanye perjuangan keadilan sosial-hak asasi manusia, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan 911 kawan & kunjungan (total post view) sebanyak 257.989.
sila kunjung Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan)








0 komentar:
Poskan Komentar