Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) [@kerjapembebasan] mempersembahkan 100 karya rupa (visualisasi puisi Wiji atau ilustrasi) untuk mengenang atau sebagai penghormatan kepada WIJI THUKUL (Tribute to Wiji Thukul – MELAWAN LUPA) . Semoga ini bisa menjadi kado yang bermakna untuk Wiji Thukul, keluarga besarnya, sekaligus kado untuk rakyat Indonesia yang ditindas dan dimiskinkan. Di belakang gagasan ini kami juga memimpikan sajak-sajak Wiji Thukul dapat kembali menjadi inspirasi untuk meneguhkan perjuangan pembebasan kita dan menguatkan konsolidasi persatuan gerakan. hanya satu kata : LAWAN!

Jumat, 05 Agustus 2011

Kumpulan Artikel Tentang Wiji Thukul - Penyair Kampung Berjiwa Merdeka

dari Arief Budiman, Munir, YB Mangunwijaya, Tempo, Asep Sambodja, A Kohar Ibrahim, JJ Kusni, Isa Ibrahim, R Vonder Borch, Linda Christanty, Wilson, Dian Purba, Andreas Iswinarto, Yoseph Yapi Taum, I Gusti Agung Anom Astika, Wahyu Susilo,Sayono El-Jawy...





Wiji Thukul – Munir SH

Wiji Thukul Penyair Kampung - Arief Budiman

Menghargai Penyair Berjiwa Merdeka : Wiji Thukul – A Kohar Ibrahim

Wiji Thukul Wijaya - R. Von der Borch dan kumpulan artikel lainnya

Memang Wiji Thukul saya kenal sejak lebih dari 10 tahun yang lalu, dan terakhir berjumpa di padang kampus Monash University kira-kira empat tahun yang lalu. Ia sedang tour puisi. Pusinya saya sukai karena amanat penderitaan rakyat yang harus saya dengar serius kalau saya masih ingin disebut rohaniwan. (YB Mangunwijaya). Artikel selengkapnya....

Hilang tapi Terus Berjuang - Tempo

Wiji Thukul : Sekali Berarti Sudah Itu Mati - Asep Sambodja

WIJI THUKUL: SETITIK CAHAYA KEBENARAN - Yoseph Yapi Taum

Pemilu dalam Puisi-Puisi Wiji Thukul - Wahyu Susilo

Wiji Thukul dan Orang Hilang - LINDA CHRISTANTY

Wiji Thukul : Hanya Ada Satu Kata, Hilang ! – Wilson

Wiji Thukul, Dihilangkan tetapi Tetap Hidup - I Gusti Agung Anom Astika

WIJI THUKUL PEMIMPIN KAUM TERTINDAS - Sayono El-Jawy

AMSTERDAM MENGGELAR MALAM "WIJI THUKUL" – Ibrahim Isa

ENAM TAHUN LALU KETIKA TELEPON BERDERING, Mengenang Pertemuan Terakhir Dengan Wiji Thukul, Sobatku Yang Hilang – JJ Kusni


Wiji Thukul dan Puisinya – Dian Purba

“AKU INGIN JADI PELURU” KUMPULAN PUISI WIJI THUKUL Sebuah Analisis Strukturalisme, Stilistika, Psikologi dan Semiotik - (penulis tidak diketahui)


Wiji Thukul Tonggak Diaspora Sastra Indonesia




Bookmark and Share

0 komentar: